News

SMRC: Prabowo Bakal Menang Pilpres 2024 Kalau Lawannya Pimpinan Parpol 

Prabowo Subianto akan memenangi Pilpres 2024 apabila lawannya adalah ketua umum partai politik lain.

SMRC: Prabowo Bakal Menang Pilpres 2024 Kalau Lawannya Pimpinan Parpol 
Foto tangkapan layar video Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto saat menjadi bintang tamu pada kanal YouTube milik Deddy Corbuzier (YouTube/Deddy Corbuzier)

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan memenangi Pilpres 2024 apabila lawannya adalah ketua umum partai politik lain. Hal ini merupakan salah satu temuan dalam survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).

Direktur Eksekutif SMRC Sirojudin Abbas mengatakan, survei ini dilakukan pada 8-16 Desember 2021 melalui tatap muka atau wawancara langsung. Jumlah sampel awal 2.420 yang dipilih secara acak (multistage random sampling) dari seluruh populasi Indonesia dengan batasan usia 17 tahun atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 2062 atau 85%. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 2,2 % pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). 

Hasil survei yang dipresentasikan Sirojudin Abbas ini menunjukkan bahwa dalam simulasi pilihan tertutup terhadap 11 nama pimpinan atau tokoh partai yang masuk dalam survei. Sementara, Prabowo di posisi puncak karena mendapat dukungan tertinggi sebanyak 38,2 persen.  

baca juga:

Urutan kedua ditempati Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan perolehan 10 persen suara. Kemudian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan 7,5 persen suara. Sementara nama-nama lain di bawah 6 persen. 

“Dari temuan ini kita bisa buat estimasi bahwa jika pemilihan presiden diikuti oleh pimpinan partai-partai politik maka besar kemungkinan pak Prabowo akan keluar sebagai pemenangnya,” papar Abbas dalam konferensi pers SMRC bertajuk “Prospek Partai Politik dan Calon Presiden: Kecenderungan Perilaku Politik Pemilih Nasional”, Selasa (28/12/2021). 

Simulasi tersebut dilakukan SMRC berdasarkan pada ketentuan pemilu di Indonesia yang mensyaratkan dukungan dari partai politik. 

"Sekarang kalau kita fokus pada pimpinan atau tokoh-tokoh partai. Ini dasarnya karena pemilu di Indonesia itu mensyaratkan dukungan dari partai-parti politik. Jika pimpinan atau tokoh-tokoh partai yang maju sebegai calon presiden di 2024, sejauh ini Pak Prabowo Subianto masih memperoleh dukungan sebesar 38,2 persen, lalu Pak AHY 10 persen Ibu Megawati 5,7 persen," katanya.

Namun dalam kesempatan tersebut, Abbas mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo stagnan dalam dua tahun terakhir, jelang Pilpres 2024.  

"Dari 3 nama ini dukungan terhadap Pak Prabowo ini stagnan dalam dua tahun terakhir. Kita melihat Maret 2020 19,5 persen, tertinggi 21,8 pada Oktober 2020, turun lagi 20 persen pada Maret 2021, 21,5 pada Mei lalu menurun 18,1 persen pada September 2021 lalu menguat lagi saat ini 19,7 pada Desember 2021," papar Abbas.[]