News

SL IPDMIP Tingkatkan Produksi Padi di Dompu, Nusa Tenggara Barat

IPDMIP berdampak sangat positif di Dompu, Nusa Tenggara Barat


SL IPDMIP Tingkatkan Produksi Padi di Dompu, Nusa Tenggara Barat
Sekolah Lapang IPMDIP di Dompu, Nusa Tenggara Barat

AKURAT.CO Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) berdampak sangat positif di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Didukung kegiatan Sekolah Lapang IPMDIP, produksi padi di Dompu meningkat.

IPDMIP merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten. 

Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, IPDMIP sangat positif.

"Program IPDMIP memiliki banyak kegiatan yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus mengubah perilaku petani. Salah satunya kegiatan Sekolah Lapang," katanya. 

Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya terus berupaya mempercepat Pelaksanaan IPDMIP. 

"Kita berharap pembangunan pertanian melalui IPDMIP dapat meningkatkan pendapatan petani, khususnya di daerah irigasi dan masyarakat sekitar program tersebut," katanya.

Ia menambahkan, IPDMIP membawa perubahan pola pikir petani tentang cara mengelola usaha tani yang baik. Petani diajarkan oleh penyuluh pendampingnya tentang cara mengelola usaha tani padi sawah yang baik melalui Sekolah Lapang (SL).

Nastap, selaku Kepala Seksi Penyuluhan Kabupaten Dompu, menyampaikan, berdasarkan hasil ubinan yang dilaksanakan tanggal 20 April 2021 oleh Penyuluh Pertanian Lapangan beserta para peserta sekolah lapang IPDMIP Kelompok Tani So Kamau Desa Tembalae Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu mendapatkan hasil yang memuaskan. 

"Potensi hasil yang didapat dari kegiatan ubinan tersebut diperkirakan produktivitasnya per hektarnya mencapai 8,2 ton/Ha GKP," katanya. 

Sementara Edi Siokain dan Wardoyo, selaku Staf Lapangan IPDMIP, menjelaskan ubinan adalah cara untuk mengetahui perkiraan hasil panen tanaman padi dan palawija melalui penentuan sampel, pengukuran dan penimbangan hasil. 

Lebih lanjut Edi Siokain menyampaikan, terkait hasil ubinan padi di Desa Tembalae diakui hasil tersebut sudah sangat bagus dikarenakan penerapan paket teknologi Jarwo yang diterapkan oleh para petani. 

Menurutnya, selama ini petani di Desa tembalae masih belum memiliki pengetahuan sikap dan ketrampilan sehingga usaha tani yang dilakukannya masih bersifat konvensional/tradisional sehingga mereka hanya mampu menghasilkan 4-6 Ton GKP per hektar. 

"Jadi kalau sudah tembus 8.2 Ton/ha itu artinya sudah sangat baik dan untuk kedepannya kami sebagai penyuluh pertanian pendamping IPDMIP akan terus berupaya untuk meningkatkan hasil tersebut hingga tembus 10 Ton per hektare," tuturnya.

Ditambahkannya, para petani yang ada di Desa Tembalae akan memanfaatkan semua potensi yang ada sehingga hasil produksi petani kedepannya bisa tembus sebesar tersebut diatas.  

"Selain itu juga kami akan secara aktif memotivasi semua pihak, terutama para petani untuk bersama-sama kita wujudkan mimpi ini, demi kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di Desa Tembalae," katanya.

Keberhasilan petani dalam menerapkan transfer ilmu dan teknologi yang telah diperoleh selama SL IPDMIP memang dirasakan betul dampaknya. 

Yulia TS sebagai penyuluh pusat yang sekaligus PIC untuk wilayah NTB dan NTT, menyampaikan bahwa Sekolah Lapang merupakan metode alih teknologi kepada petani dan proses pembelajaran non formal bagi petani. 

Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usahatani, identifikasi masalah dan pemecahannya, mengambil keputusan dan menerapkan praktek budidaya serta manajemen resiko yang lebih baik.

"Kalau ilmunya yang diperoleh dari SL diterapkan memang akan berdampak pada peningkatan produksi, maka ingatkan terus para alumni SL," tegasnya.[]

Erizky Bagus

https://akurat.co