News

Skandal Tes Swab Antigen dengan Alat Bekas di Bandara Kualanamu Jadi Sorotan Dunia

CNN pada hari ini (6/5) memberitakan skandal tes antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara.


Skandal Tes Swab Antigen dengan Alat Bekas di Bandara Kualanamu Jadi Sorotan Dunia
Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara. (Foto: Wikipedia.org)

AKURAT.CO, Skandal tes antigen dengan alat bekas di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, rupanya telah menarik perhatian dunia. Kasus ini diberitakan oleh media internasional CNN pada hari ini (6/5).

Menurut laporan CNN, sekitar 10 ribu penumpang maskapai penerbangan diperkirakan telah dites virus corona dengan penyeka rongga hidung bekas dalam penipuan yang menghasilkan ribuan dolar bagi para pelakunya. Lima karyawan perusahaan besar Indonesia, Kimia Farma pun ditangkap pada 27 April. Mereka diduga mencuci dan mengemas ulang alat tes swab antigen dan menggunakannya untuk para penumpang di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara.

Indonesia mewajibkan semua penumpang untuk memberikan hasil tes negatif virus corona sebelum naik penerbangan domestik. Perusahaan pun menjual alat tes tersebut di bandara Medan.

Menurut polisi, penipuan ini telah berlangsung sekitar 4 bulan. Juru bicara Polda Sumatra Utara Komisaris Besar Hadi Wahyudi mengatakan otoritas masih menyelidiki jumlah korban penggunaan alat bekas tersebut.

"Mereka memulai kejahatan pada 17 Desember 2020. Jika setiap hari ada 50 hingga 100 pelanggan, diperkirakan jumlah korban mencapai 10 ribu," terangnya.

Para tersangka telah didakwa berdasarkan undang-undang kesehatan Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Salah satu tersangkanya adalah manajer bisnis Kimia Farma Medan. Menurut polisi, setiap tersangka memegang peran berbeda dalam penipuan ini, mulai dari mencuci alat swab bekas, mengemas ulang, dan mengirimkan sampel ke laboratorium.

Polisi pun menemukan alat swab bekas, kemasan daur ulang, dan uang tunai senilai Rp149 juta dalam penggerebekan yang menjaring 5 tersangka tersebut. Sementara itu, penumpang harus membayar Rp200 ribu untuk setiap tes swab antigen.

Tak sampai di situ, menurut South China Morning Post, 2 pengacara yang berulang kali terbang melalui bandara Medan dalam beberapa bulan terakhir berencana mengajukan gugatan perdata kolektif terhadap Kimia Farma dengan ganti rugi sebesar Rp1 miliar untuk setiap penumpang yang terdampak.

Menteri BUMN Erick Thohir pun mengatakan melalui unggahan Twitter pekan lalu bahwa mereka yang terlibat harus dikenakan hukuman yang sangat berat.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu