News

Skandal Pesta Boris Johnson Tambah Panjang, Terbaru Digelar Jelang Pemakaman Pangeran Philip

Skandal Pesta Boris Johnson Tambah Panjang, Terbaru Digelar Jelang Pemakaman Pangeran Philip
Downing Street No. 10 merupakan kediaman resmi perdana menteri Inggris. (Foto: Wikipedia) ()

AKURAT.CO Downing Street, sebutan untuk pemerintah Inggris, meminta maaf kepada Istana Buckingham atas dua pesta staf di No. 10 (kediaman resmi perdana menteri) sebelum pemakaman Pangeran Philip.

Dilaporkan pertama kali oleh The Telegraph, kedua acara tersebut digelar pada 16 April 2021 dan berlangsung hingga dini hari.

"Sangat disesalkan ini terjadi pada masa berkabung nasional," ucap juru bicara Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dilansir dari BBC pada Jumat (14/1).

baca juga:

Tak hanya itu, dua pesta tersebut digelar saat pembatasan Covid-19 yang melarang aktivitas sosial di dalam ruangan. Johnson tak menghadiri kedua pesta itu. Namun, ia tetap menghadapi penyelidikan atas dugaan pelanggaran aturan Covid di No. 10.

Terungkapnya pesta ini menuai reaksi keras dari partai-partai oposisi. Mereka pun membandingkan kelakuan staf No. 10 dengan foto-foto Ratu Elizabeth II duduk sendirian di pemakaman Duke of Edinburgh karena pembatasan Covid-19.

Dua pesta staf pada 16 April 2021 ini telah ditambahkan ke daftar pesta di gedung pemerintah yang sedang diselidiki oleh PNS senior Sue Gray.

Johnson sendiri telah menghadapi desakan untuk mengundurkan diri usai mengaku menghadiri pesta minum-minum di taman Downing Street selama lockdown pada 20 Mei 2020.

"Ini menunjukkan betapa Boris Johnson merendahkan jabatan perdana menteri. Konservatif telah mengecewakan Inggris. Permintaan maaf bukanlah satu-satunya hal yang harus disampaikan perdana menteri kepada Istana hari ini. Boris Johnson harus melakukan hal yang layak dan mengundurkan diri," kecam pemimpin Partai Buruh, Keir Starmer.

Pemerintah meminta maaf kepada Istana melalui panggilan telepon. Juru bicara Johnson pun menjelaskan mengapa yang meminta maaf adalah pihak kantor perdana menteri, bukan Johnson sendiri.

"Yah sekali lagi, perdana menteri mengatakan adanya kesalahan yang dibuat sebelumnya, jadi orang yang bersangkutan yang minta maaf, seperti yang dilakukan perdana menteri awal pekan ini," terangnya.

Di sisi lain, Pemimpin Demokrat Liberal Ed Davey meminta Johnson untuk meminta maaf secara pribadi kepada Ratu atas pelanggaran padanya dan pada jutaan orang di seluruh negeri yang sedang berkabung untuk orang yang dicintai.

Kedua pesta pada 16 April 2021 ini melibatkan total sekitar 30 orang. Mereka dilaporkan berkumpul di sejumlah titik di taman Downing Street. Kemudian, mereka melanjutkannya hingga lewat tengah malam.

Para staf dilaporkan diutus ke toko terdekat dengan sebuah koper yang lantas kembali dengan berisi botol-botol anggur. Satu pesta digelar untuk direktur komunikasi perdana menteri saat itu, James Slack, sedangkan yang lainnya untuk salah satu fotografer pribadi perdana menteri.

Slack kini menjadi wakil editor surat kabar The Sun. Ia telah meminta maaf atas kemarahan dan luka yang disebabkan oleh partai tersebut. Ia mengakui hal itu seharusnya tak terjadi pada saat itu.[]