News

Skandal Jiwasraya Jilid II, Dirut PT Trimegah Sekuritas Indonesia Diperiksa Kejagung


Skandal Jiwasraya Jilid II, Dirut PT Trimegah Sekuritas Indonesia Diperiksa Kejagung
Gedung Bundar Jampidsus. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Stephanus T merupakan salah satu saksi yang diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya Persero. 

Stephanus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka korporasi PT Corfina Capital dan PT Pan Arcadia Capital serta sejumlah perusahaan lain yang diduga terlibat pembelian saham Jiwasraya. 

"Saksi untuk tersangka Korporasi PT. Pan Arcadia Capital, yakni Bramantyo sebagai Kepala pasar Modal PT Asuransi Jiwasraya (persero), dan Stephanus T yang jabatannya sebagai Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung dalam keterangannya, Selasa (28/7/2020) malam. 

Kemudian tim Jaksa Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI melakukan pemeriksaan  terhadap 25  orang saksi yang terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (persero).

Pemeriksaan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print-33/F.2/Fd.1 /12/2019 tanggal 27 Desember 2019 dan pemeriksaan saksi perkara dengan tersangka Korporasi dan oknum pejabat OJK. 

Lebih lanjut dikatakannya, saksi untuk tersangka korporasi PT. Pool Advista Aset Manajemen, yakni Moudy Mangkey selaku Nominee atas nama JHT. 

"Saksi untuk tersangka korporasi PT Maybank Asset Management, adalah Willy Sunaryo selaku Sales OBC Sekuritas Indonesia," ucap Hari. 

Selanjutnya saksi yang diperiksa untuk tersangka korporasi, yakni Rosita (Agen PT Mirae Asset Sekuritas), Arisandhi Indrodwiwisatio sebagai Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dan Stephanus yang merupakan Direktur Utama PT Trimegah Sekuritas Indonesia. 

"Saksi-saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya untuk tersangka FH (Peran OJK) yaitu Ramot Arifin Gunawan S (Koordinator Fungsi Pemasaran dan Pengaduan Nasabah PT. Pool Advista Aset Management), Ferro Budhi Meilano (Direktur PT Pool Advista Aset Management), Ayu Ardillah (Staf pada DPTE pada OJK), Slamet Edi Purnomo (Deputi Komisioner Pengawas Perbankang III pada OJK), dan Hoesen (Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal pada OJK)," paparnya. 

Sejumlah saksi sebagai pengurus maupun sebagai karyawan perusahaan Manager Investasi serta karyawan PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) maupun selaku pejabat atau pegawai pada OJK. 

"Keterangannya dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana peran para saksi dalam menjalankan perusahaannya dan kaitannya dengan jual beli saham dari pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI)," tegasnya. []