News

Situs PPDB Bermasalah, Anies Baswedan dan Jajaran Disebut Tak Belajar dari Pengalaman

Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya tidak belajar dari pengalaman pendaftaran PPDB yang selalu terkendala masalah jaringan.


Situs PPDB Bermasalah, Anies Baswedan dan Jajaran Disebut Tak Belajar dari Pengalaman
Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 50 Jakarta, Senin (25/3/2019). Peserta UNBK pada tahun ini meningkat menjadi 91 persen dari total peserta ujian nasional yang terdiri dari 1.515.986 peserta siswa SMK dari 13.305 sekolah (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto )

AKURAT.CO, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo menilai Gubernur Anies Baswedan dan jajarannya tidak belajar dari pengalaman di tahun - tahun sebelumnya untuk menghadapi berbagai masalah pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Hal itu sampaikan Anggara menanggapi situs resmi PPDB Tahun Pelajaran 2021/2022 milik Dinas Pendidikan DKI Jakarta ppbd.jakarta.go.id yang beberapa kali mengalami gangguan pada hari pertama pendaftaran, Senin (7/6/2021).

"Saya sangat menyayangkan mengapa hal tersebut masih terus terjadi di pelaksanaan PPDB, padahal permasalahan yang sama pernah terjadi sebelumnya," kata Anggara ketika dikonfirmasi, Senin (7/6/2021).

baca juga:

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI itu mengatakan masalah server sebagaimana yang terjadi hari ini bukan perkara baru. Masalah itu sudah terjadi di tahun - tahun sebelumnya. Dari pengalaman itu, kata dia, Gubernur  Anies Baswdan dan jajarannya dalam hal ini Dinas Pendidikan DKI seharusnya sudah punya langkah antisipasi.

Namun, nyatanya kata Anggara, langkah antisipasi itu tidak disiapkan dengan baik. Buktinya, Anggota Komisi E sudah mendapat banyak laporan situs PPDB bermasalah sejak Senin pagi.

"Seharusnya Pemprov DKI sudah bisa mengantisipasi hal tersebut dan belajar dari pengalaman," tegasnya.

Dia merasa ganjil dengan masalah server ini. Sebab Pemerintah Provinsi dengan Anggaran Pendapatan Daerah yang  besar seharusnya bisa menyelesaikan perkara ini dengan mudah.

"Seharusnya dengan APBD DKI yang besar, menurut saya, permasalahan IT seharusnya bisa ditangani dengan baik. Apalagi Pemprov DKI punya Jakarta Smart City dan TGUPP, yang memungkinkan mereka untuk memberikan saran dan supervisi pelaksanaan PPDB sehingga permasalahan sama tidak berulang," tegasnya.

Saat ini server PPBD DKI kembali dipulihkan. Namun Disdik DKI belum memberikan keterangan terkait permasalahan situs PPDB.

Sebelumnya, situs Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2021/2022 milik Dinas Pendidikan DKI Jakarta ppbd.jakarta.go.id beberapa kali mengalami gangguan pada hari pertama pendaftaran, Senin (7/6/2021).

Gangguan itu juga terpantau oleh Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya. Mereka menilai masalah ini dipicu traffic pendaftaran yang terlampau penuh. Di sini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak siap dengan infrastruktur PPDB. 

"Sistem enggak siap," kata Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho ketika dikonfirmasi.

Teguh menyebut, dalam pantauan pihaknya, selama proses pendaftaran PPDB DKI Jakarta hari ini, Ombudsman sudah menemukan sejumlah masalah salah satunya adalah server dan sistem jaringannya yang tidak mendukung. Hal lain juga harus menjadi catatan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sebab masalah yang sama hampir berulang setiap tahunnya.

"Sudah ada dua temuan yang paling menonjol, pertama kemampuan server dalam mengatasi tingginya traffic pendaftaran sehingga orang tua mengalami kesulitan untuk mengakses laman pendaftaran dan pastinya bukan karena leletnya internet dari pihak orang tua karena infrastruktur internet Jakarta sangat memadai," tegasnya.[]