News

Sita Aset Kasus Asabri, Pakar Minta Kejagung Jeli dan Komprehensif

Pakar hukum mendorong tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung mengusut perkara dugaan korupsi PT Asabri secara jeli dan komprehensif.


Sita Aset Kasus Asabri, Pakar Minta Kejagung Jeli dan Komprehensif
Penyitaan Aset kasus Asabri (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Muzakir mendorong tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung mengusut perkara dugaan korupsi PT Asabri secara jeli dan komprehensif. Terutama dalam menutup jumlah kerugian negara dengan menyita sejumlah aset yang diduga hasil korupsi.

Belum lama ini Kejagung kembali menetapkan empat tersangka baru. Mereka adalah tersangka baru korupsi Asabri, yakni Teddy Tjokro adik Benny Tjokro, mantan Direktur Ortos Holding, Edward Seky Soerjadjaya; mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas, Bety, dan Komisaris PT Sekawan Inti Pratama, Rennier Abdul Rachman Latief.

Tim penyidik pun gencar memburu sejumlah aset milik tersangka ini guna menutupi jumlah kerugian negara dalam kasus Asabri yang jumlahnya mencapai Rp22 triliun lebih.

Sementara itu, sejumlah mitra tersangka lain yang juga diduga turut menjadi aktor dan merupakan pemilik saham yang turut bertransaksi secara langsung ke Asabri hingga saat ini belum tersentuh secara hukum.

Padahal saham mereka sampai hari ini masih bertengger di Asabri, bahkan melebihi batas ketentuan kepemilikan saham yaitu diatas 5 persen. Dan diduga kuat mereka ikut menikmati hasil korupsi PT Asabri.

"Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya dong," kata Prof Muzakir saat dihubungi, di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Karena itu, para pihak yang diduga memiliki keterkaitan dan keterlibatan dengan perkara Asabri harus diperiksa. Sehingga dengan keterangan saksi tersebut akan terang perbuatan melanggar hukumnya.

"Itu semua mesti diperiksa dengan tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan," ujar Muzakir menambahkan.

Dikatakannya, jika penyidik di gedung bundar berkesimpulan terperiksa diduga bukan pelaku kejahatan, tentu saja asetnya tidak bisa disita.