Tech

Siswa SD 'Zaman Now' Dituntut Cakap Digital, Ini Alasannya

Siswa SD 'Zaman Now' Dituntut Cakap Digital, Ini Alasannya
Ilustrasi para siswa kelas 1 saat mengikuti kegiatan perkenalan hari pertama masuk di Sekolah Dasar (SD) 05, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (15/7/2019). Para peserta didik baru tahun ajaran 2019-2020 memasuki hari pertama sekolah hari ini. Sebanyak 219.996 peserta didik baru diterima di sekolah negeri yang terdiri dari jenjang pendidikan SD,SMP, SMA, dan SMK. Hari pertama sekolah ini para siswa baru hanya melakukan upacara dan perkenalan guru dan pembagian kursi (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Masyarakat kini tidak bisa menawar lagi soal penguasaan digital skills. Kenapa? karena setiap harinya, masyarakat selalu bersinggungan dengan teknologi.

Ya seperti diketahui, fakta pengguna internet di dunia terus mengalami perkembangan pesat, pada 1998 silam hanya 200 juta kini jumlahnya melonjak hingga Rp4,7 Miliar pengguna pada 2022. 

"Terlebih di tahun 2020, ada pandemi Covid-19 yang mengubah lanskap berbagai macam bidang. Baik itu pendidikan, usaha, bisnis, jadi yang dulu siswa SD kita batasi penggunaan gadget, sejak pandemi pembelajaran online. Hal ini yang mendorong laju pertumbuhan internet di tahun 2020," kata Fajar Tri Laksono dari Ikatan Guru TIK PGRI dalam webinar Cakap Digital di kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur belum lama ini.

baca juga:

Fajar melanjutkan terkait digital skills, saat ini para siswa SD dituntut juga memiliki kecakapan digital seperti mampu menggunakan perangkat IT, mengenal software atau aplikasi pendukung.

Selain itu siswa juga diharapkan terampil menggunakan mesin pencarian, dan mengenal aplikasi percakapan serta kemampuan memilah informasi agar terhindar dari hoaks.

Menurut Fajar, digital skills dapat mengoptimalkan keberhasilan pelaksanaan belajar online. Selain itu digital skills juga mempercepat laju perkembangan literasi digital di Indonesia. Hal tersebut juga untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dengan cara kolaboratif.

Hal ini, lanjut Fajar karena melihat bahwa era digital seperti sekarang ini belajar pun bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, dengan siapa saja. 

"Karena itu kita diharapkan bisa mengoptimalkan penggunaan perangkat digital dalam mengakses informasi di dunia maya," jelas Fajar.

Selama ini seperti diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI terus mensosialisasikan Gerakan Nasional Literasi Digital. Konkritnya, tentu terus melakukan webinar - webinar seputar digital, yang kemudian memberi edukasi untuk masyarakat.[]