News

Sisilia Diterjang Badai Langka akibat Laut Memanas, 2 Orang Tewas

Mayat seorang pria ditemukan di bawah mobil saat angin kencang dan hujan menyapu kota Gravina.


Sisilia Diterjang Badai Langka akibat Laut Memanas, 2 Orang Tewas
Cuaca buruk di Sisilia diperkirakan mencapai puncaknya antara Kamis (28/10) dan Jumat (29/10). (Foto: Sky News) ()

AKURAT.CO Badai siklon langka menerjang Sisilia dan membuat sebagian pulau di Italia tersebut terendam. Sedikitnya 2 orang dilaporkan tewas dalam musibah tersebut.

Dilansir dari Sky News, curah hujan lebih dari 300 mm, hampir setengah dari jumlah rata-rata prakiraan di pulau Mediterania dalam setahun, mengguyur selama beberapa jam pada Minggu (24/10). Akibatnya, kota Catania dan daerah sekitarnya terendam banjir dan alun-alun serta jalanan berubah menjadi danau.

Hujan deras ini mendorong otoritas darurat untuk menetapkan peringatan siaga merah tertinggi untuk ujung utara Sisilia dan Calabria di Italia selatan. Mereka juga memperingatkan potensi ancaman terhadap nyawa dan kerusakan properti.

Sisilia Diterjang Badai Langka akibat Laut Memanas, 2 Orang Tewas - Foto 1
Sky News

Sementara itu, mayat seorang pria ditemukan di bawah mobil saat angin kencang dan hujan menyapu kota Gravina, utara Catania. Mayat pria lainnya yang berusia 67 tahun ditemukan di kebun jeruk, jauh dari tempat mobilnya dihantam air dan lumpur yang meluap di barat daya Catania pada Senin (26/10). Istrinya pun telah dilaporkan hilang.

"Situasi darurat meluas, sangat kritis, dan tampaknya belum membaik," kata seorang juru bicara dinas pemadam kebakaran memperingatkan.

Sisilia Diterjang Badai Langka akibat Laut Memanas, 2 Orang Tewas - Foto 2
Sky News

Wali Kota Catania Salvo Pogliese juga memerintahkan semua toko, kecuali apotek dan toko grosir, tutup hingga tengah malam.

"Saya mendesak semua orang agar tak meninggalkan rumah mereka kecuali dalam kondisi darurat," tulisnya di Facebook pada Selasa (26/10).

Sisilia Diterjang Badai Langka akibat Laut Memanas, 2 Orang Tewas - Foto 3
Sky News

Banjir juga menggenangi rumah sakit Garibaldi Catania. Listrik di pusat kota pun padam, sementara sejumlah sekolah terpaksa diliburkan. Puluhan penerbangan telah dialihkan dari daerah itu dan feri penghubung antarpulau selatan dibatalkan.

Cuaca buruk ini diperkirakan akan mencapai puncaknya antara Kamis (28/10) dan Jumat (29/10). Ini terjadi ketika suhu laut 8 derajat Celsius lebih panas dari rata-rata, menurut laman cuaca Italia, Ilmeteo.it.[]