Lifestyle

Sis, Ini Cara Penghilang Rasa Cemburu Berlebihan dengan Pasangan

Kamu terkadang masih suka cemburu berlebihan dengan pasangan, berikut tips-tips menurunkan rasa cemburu yang bisa kamu coba


Sis, Ini Cara Penghilang Rasa Cemburu Berlebihan dengan Pasangan
Ilustrasi pasangan yang sedang bertengkar karena cemburu. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Sis, kalau kamu ditanya apakah kamu percaya sama pasanganmu? Pasti kamu akan menjawab, iya.

Namun, kamu terkadang masih suka cemburu berlebihan dengan pasangan, saat namanya muncul di akun Instagram perempuan lain. Kejadian sesederhana memberikan tanda 'Like' dan membalas komen dari akun perempuan lain saja bisa jadi bencana bagi hubunganmu dengan dia.

Padahal, Terapis hubungan Carolina Pataky, mengatakan bahwa hubungan yang sehat berdiri di atas percaya dan menghargai. Kecemburuan bisa menyebabkan hubungan ambruk.

"Cemburu bisa menimbulkan keretakan dalam hubungan dan kadang menghancurkan cinta dan bisa menjadi penyebab dari perilaku negatif seperti posesif dan ketergantungan. Ini bukan relasi yang sehat dan melelahkan," ujar Pataky yang dikutip dari Bustle, pada Rabu, (4/8).

Pataky menambahkan, persoalan cemburu bukan bersumber pada pemicu cemburunya, tapi kamu atau pasanganmu kerap tidak bisa mengatasi atau menurunkan rasa cemburu itu.

Oleh karena itu, berikut tips-tips menurunkan rasa cemburu yang bisa kamu coba, ya!

Ungkapkan saja

Saat rasa cemburumu menyita pikiranmu dalam beberapa hari, ini saatnya kamu terbuka dan jujur pada pasangan. Pataky menegaskan, ceritakan apa yang kamu rasakan dan penyebab rasa cemburumu timbul pada pasangan.

"Saya tahu ini terus diulang, melelahkan dan klise, tapi ini penting. Dalam banyak kasus, kecemburuan adalah pertarungan internal sehingga ambil langkah untuk lebih mengenal diri. Lalu, bagikan rasa itu pada pasangan. Jelaskan padanya apa yang kamu rasakan, apa yang membuatmu merasa tidak nyaman dan menciptakan batasan untuk diri dan hubunganmu," kata Pataky.

Bahkan, Psikolog dan Ahli Intimasi, Shannon Chavez, mengungkapkan bahwa saat mengungkapkan penyebab rasa cemburu yang kamu rasakan, kamu harus menyarakan hal tersebut secara jujur dan terbuka.

"Kamu bisa membagikan kekhawatiranmu dengan pasangan, bicara secara terbuka dan jujur, agar saling pengertian dengan tujuan empati dan kasih sayang satu sama lain. Jangan mencoba mengendalikan apa yang mereka lakukan," ujar Chavez.

Tulis rasa cemburumu

Jika kamu belum siap bicara mengenai penyebab cemburumu secara jujur dan terbuka, cobalah luapkan rasa cemburumu dalam tulisan dalam suatu jurnal, misalnya melalui buku diary. Buku diary bisa jadi tempat yang tepat untuk rasa tidak aman dan frustasi akibat rasa cemburu dengan pasangmu.

Ahli Hubungan, Nina Rubin, juga menyarankan untuk merefleksikan hubungan dan bertanya pada diri sendiri seperti apa pasangan benar-benar orang yang tepat buat kamu dan apakah dia melakukan sesuatu hal spesifik hingga membuat cemburu itu.

"Jika iya, ini mungkin adalah dealbreaker. Jika tidak, tanya pada diri sendiri apakah kamu perlu melihat bagaimana caramu menjalani hubungan. Apakah kamu membawa masa lalu ke dalam hubungan baru? Apakah kamu menyabotase diri sendiri? Mungkin ini saatnya mencoba sesuatu yang berbeda untuk menyelamatkan hubunganmu," katanya.

Hadapi saja

Di balik rasa cemburu, ada rasa tidak ayaman dengan diri sendiri seperti masalah harga diri, rasa ragu akibat membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Psikolog klinis, Paul Greene, mengatakan, kecemburuan seringkali didasarkan pada ketakutan akan penolakan pasangan atau kehilangan pasangan. Jika kamu merasa cemburu karena ketakutan pasanganmu berpaling dengan orang lain, sebaiknya hadapi saja ketakutan ini.

"Ingat, semua hal positif yang kamu bawa dalam hubungan dan semua hal yang dikatakan pasangan tentangmu," kata Paul.

Sangat wajar saat tiap orang menemukan orang yang menarik baginya. Mata pasanganmu mungkin tidak akan lepas dari perempuan yang baru saja masuk kedai di mana kamu dan dia berkencan. Namun sejauh dia tidak mencoba menggoda, seharusnya ini tidak jadi ketakutannmu.

Teknik karet gelang

Psikolog Klinis Danielle Maack menuturkan, teknik karet gelang bisa jadi alat yang berhubungan dengan pembelajaran bagaimana mentoleransi emosi atau pikiran di dalam suatu hubungan degan pasanganmu.

"Teknik karet gelang biasanya dianggap sebagai teknik toleransi, satu yang membantu kamu saat itu untuk kembali bersama. Lebih spesifik, individu diminta untuk menjepret dengan karet gelang saat merasa kewalahan akan emosi sebagai pengingat untuk berhenti, ambil langkah mundur dan melihat apa yang terjadi," jelasnya.[]