Lifestyle

Yess! Sinopharm Temukan Antibodi Sebagai Obat Terapi Corona Varian Delta

Pabrikan Sinopharm menemukan antibodi penetral untuk melawan virus Covid-19 varian Delta. Antibodi ini bisa efektif untuk obat terapi


Yess! Sinopharm Temukan Antibodi Sebagai Obat Terapi Corona Varian Delta
Vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinopharm Group, China (VOA News)

AKURAT.CO, Pabrikan farmasi asal China, Sinopharm, menemukan antibodi penetral untuk melawan virus Covid-19 varian Delta. Antibodi ini bisa efektif untuk melakukan pencegahan jangka pendek dan pengobatan dini Covid-19 akibat varian delta tersebut.

Antibodi tersebut ditemukan melalui penelitian yang dipimpin oleh Yang Xiaoming, Chairman dari anak Usaha Sinopharm yaitu Sinopharm China National Biotec Group. Tim peneliti yang diketuai Xiaoming itu berhasil menemukan antibodi monoklonal yang bisa memblokir peningkatan virus corona baru dengan enzim pengubah menjadi Angiotensin 2.

Dalam keterangan pihak Sinopharm yang dilansir Global Times, mereka menjelaskan bahwa enzim Angiotensin 2 menempel pada membran sel dan ada di usus, ginjal, testis, kantong empedu dan jantung.

"Antibodi monoklonal dikatakan bisa mencegah virus untuk menginfeksi sel," ujar Pihak Sinopgarm melalui akun WeChat resmi, dikutip dari Global Times, pada Kamis, (5/8).

"Sebagai obat terapi, antibodi monoklonal diharapkan memiliki efektivitas yang kuat, efikasi signifikan dan toksisitas rendah. Antibodi tersebut disebut rudal biologis dan menunjukkan kemanjuran sangat baik serta prospek aplikasi luas dalam pengobatan berbagai penyakit," sambungnya.

Sinopharm mengklaim, penerapan antibodi monoklonal atau disebut sebagai 2BII, bisa secara signifikan mengurangi peradangan paru-paru yang disebabkan virus Covid-19 varian Delta.

Dalam hasil penelitian terbaru, 2BII ini memiliki aktivitas netralisasi sangat konsisten pada varian Delta, serta memiliki nilai aplikasi besar untuk melakukan pencegahan jangka pendek dan pengobatan dini Covid-19.

Pihak Sinopharm mengatakan bahwa aplikasi klinis 2BII berjalan dengan tertib dan sesuai harapan. Antibodi ini juga sesegera mungkin bisa diterapkan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19 di China, yang telah menyebar ke hampir banyak negara di dunia. Termasuk di China, yang menjadi lokasi pertama ditemukan virus Covid-19 tahun 2019 lalu.

Diketahui, akibat varian Delta, kasus Covid-19 harian di China kembali meningkat. Lonjakan kasus Covid-19 varian Delta terjadi di kota besar seperti Beijing hingga Wuhan, pada 20 Juli lalu cukup banyak.

Lonjakan tersebut terjadi setelah varian Delta terdeteksi dari penerbangan pesawat Rusia di Kota Nanjing, Provinsi Jiangsu, China. Pada Rabu, (4/8/2021), tercatat ada 96 kasus Covid-19 varian Delta di China. Ada sebanyak 71 kasus merupakan transmisi lokal.[]