News

Singgung PT Pelni, Rachland Nashidik: Kebebasan Beragama Dijamin Konstitusi, Bukan Selembar Kertas Direksi

Rachland menilai salah apabila Direksi PT Pelni melarang semua kajian Ramadan di tempatnya.


Singgung PT Pelni, Rachland Nashidik: Kebebasan Beragama Dijamin Konstitusi, Bukan Selembar Kertas Direksi
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Rachland Nashidik (AKURAT.CO/Kosim Rahman)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik mengkritik tindakan Direksi PT Pelini yang mencopot pejabatnya karena berencana menggelar kajian Ramadan daring. Pencopotan pejabat PT Pelni disusul pembatalan kajian Ramadan daring yang dituding radikal.

Rachland tidak mempermasalahkan pembatan kajian Islam tersebut apabila benar berpotensi masuknya paham radikal. Namun, perlu adanya penelusuran kebenaran terkait dugaan radikal.

"Saya bisa memaklumi upaya mencegah kajian yang bisa digolongkan hate crime. Tapi ini harus diperiksa kasus per kasus. Melarang seluruhnya akan menabrak hak atas kebebasan beragama," tulis RachlanNashidik sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari akun Twitter @RachlanNashidik, Minggu (11/4/2021).

Rachland menegaskan, apabila Direksi PT Pelni melarang seluruh kajian Ramadan maka mereka terikat pada konsekuensi yang salah, yakni melarang kegiatan umat semua agama di PT Pelni.

"Bila tidak, itu akan menerbitkan tuduhan mendiskriminasi, merusak kerukunan sosial, dan menggerus etos kebhinekaan. Jangan!" katanya.

Rachland mengatakan, kalau Direksi Pelni memilih konsekuensi keliru, yakni melarang kegiatan umat dari semua agama, artinya mereka melampaui kewenangan.

"Kebebasan beragama dijamin konstitusi dan hanya bisa diatur oleh UU -- bukan oleh selembar surat keputusan direksi," tegasnya.

Direksi PT Pelni membatalkan acara kajian Islam Ramadan daring di Badan Kerohanian Islam PT Pelni karena ingin menindak radikalisme.

Selain itu, dikabarkan pejabat BUMN sampai dipecat karena mengurusi kajian tersebut. Komisaris PT Pelni, yakni Dede Budhyaryo, pun angkat bicara dan menjelaskanmasalah yang terjadi.

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu