News

Singgung Massa Aksi Bela UAS , Guntur Romli: Tidak Hanya Singapura, Alam Pun Menolak

Politisi PSI itu juga menyinggung kasus perceraian yang dialami oleh Da'i kondang asal Sumatera itu.


Singgung Massa Aksi Bela UAS , Guntur Romli: Tidak Hanya Singapura, Alam Pun Menolak
Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli. (AKURAT.CO/Damai Mendrofa)

AKURAT.CO, Pegiat Media Sosial, Mohamad Guntur Romli kembali berkicau di media sosial miliknya. Kali ini dirinya mengomentari aksi demonstrasi yang terjadi di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura siang tadi. 

Pasalnya, Romli melihat aksi unjuk rasa di tengah guyuran hujan itu hanya membela orang yang ingin berjalan-jalan dan plesiran di negara yang luas wilayahnya tidak lebih dari Jakarta. 

"Tidak hanya Singapore, alam pun menolak. Bela orang yang mau jalan-jalan sama istri muda, sudah kehujanan, basah-basah, bisa sakit, eh harus ganti sound system yang rusak karena kehujanan.Yang dibelain sih enak terus jalan-jalan, susahnya buat klean saja," kata Romli dikutip dari akun twitter pribadinya @GunRomli, pada Jumat (20/5/2022). 

baca juga:

"Kalau orang mau ceramah ditolak, maka agak wajar sih kalau ada protes & demo. Lah ini orang mau jalan-jalan, belanja, merayakan ultah bersama istri muda kok dibela-belain pakai demo segala. Golongan Kadrun memang nyata dan fakta," sambungnya. 

Tidak tanggung-tanggung, Politisi PSI itu  juga menyinggung kasus perceraian yang dialami oleh Da'i kondang asal Sumatera itu. 

"Habis manis sepah dibuang. Ente siapa sih kok fanatik banget sama dia. Wong istrinya sendiri, yang dari masa-masa susah & perjuangan, akhirnya ditinggalin, diceraikan, terus nikah lagi dengan yang lebih muda. Udah deh nggak usah fanatik-fanatik. Istrinya aja ditinggalin apalagi ente," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Sejumlah massa aksi bela Ustadz Abdul Somad (UAS) memilih pergi usai bertahan dalam gempuran hujan di depan Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Singapura, Setiabudi, Jakarta. 

Berdasarkan pantauan AKURAT. CO di lokasi, massa mulai meninggalkan depan area Kedubes sejak pukul 16.10 WIB. 

Hujan yang mengguyur sejak pukul 15.35 WIB memaksa massa aksi untuk meninggalkan tempatnya dan kembali ke tempatnya masing-masing. []