News

Singapura Konfirmasi Kasus Impor Cacar Monyet

Sebanyak 13 kontak dekat telah berhasil diidentifikasi.


Singapura Konfirmasi Kasus Impor Cacar Monyet
Kasus berasal dari seorang pria Inggris berusia 42 tahun, yang bekerja sebagai pramugari. (Flipboard)

AKURAT.CO  Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) pada Selasa (21/6) malam mengonfirmasi satu kasus impor cacar monyet ke negaranya.

Diwartakan Straits Times, kasus berasal dari seorang pria Inggris berusia 42 tahun, yang bekerja sebagai pramugari. Pasien ini berada di Singapura antara Rabu-Jumat pekan lalu (15-17 Juni). Pasien kembali pada Minggu (19/6), dan kemudian melakukan penerbangan keluar-masuk Singapura.

Pada Senin (20/6), pasien itu dinyatakan positif terinfeksi cacar monyet, dan sat ini, dirawat di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), Singapura. Menurut keterangan MOH, pria itu dalam dalam kondisi stabil. 

baca juga:

Tidak segera diketahui bagaimana pasien terkena penyakit langka itu, yang menjadi epidemi di negara-negara Afrika.

Pelacakan kontak untuk kasus di Singapura juga masih diupayakan, dan pada Selasa, sebanyak 13 kontak dekat telah berhasil diidentifikasi. Semua kontak dekat ini kemudian akan ditempatkan di karantina selama 21 hari sejak kontak terakhir mereka dengan pasien.

MOH juga mengatakan bahwa ada dua kontak berisiko rendah. Mereka telah ditempatkan pada pengawasan telepon, dan akan menerima panggilan setiap hari selama periode 21 hari. Pengecekan ini, kata MOH, adalah demi memantau timbulnya gejala.

Jika dicurigai terinfeksi, mereka akan segera dibawa ke NCID untuk evaluasi lebih lanjut dan isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut.

"Selama periode ini, pasien sebagian besar tetap di kamar hotelnya, kecuali untuk mengunjungi tempat pijat dan makan di tiga tempat makan pada 16 Juni." 

"Secara umum, risiko penularan kepada pengunjung di lokasi-lokasi ini rendah, karena data menunjukkan bahwa cacar monyet menular melalui kontak fisik yang dekat atau kontak yang lama. Keempat lokasi yang dikunjungi kasus itu sedang menjalani pembersihan dan disinfeksi," kata MOH.

Singapura Konfirmasi Impor Kasus Cacar Monyet - Foto 1
 Pasien tersebut saat ini dirawat di NCID, Singapura- LIM YAOHUI

Memberikan rincian lebih lanjut tentang kasus impor terbaru, MOH mengatakan pria itu mulai sakit kepala pada 14 Juni. Dua hari kemudian, pasien mengalami demam.Gejala-gejala ini dikatakan bisa teratasi, tetapi pasien lantas mendapati ruam di kulitnya pada hari Minggu, kata MOH.

Pasien itu mencari perhatian medis melalui teleconsultation pada Minggu malam itu. Keesokan harinya, ia dibawa ke NCID untuk penilaian lebih lanjut.

Ini adalah kasus infeksi cacar monyet impor pertama yang terdeteksi di Singapura sejak 2019, ketika saat itu seorang pria Nigeria dinyatakan positif.

MOH juga melaporkan pada 6 Juni soal pelancong yang terinfeksi positif cacar monyet. Dikatakan bahwa pasien ini seminggu sebelum dinyatakan positif melakukan transit melalui Singapura ke Australia.

Cacar monyet adalah penyakit virus langka dan mereka yang terinfeksi biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, lesu, dan ruam kulit.

Sebagian besar pasien pulih dalam dua hingga tiga minggu, kata MOH, tetapi virus dapat menyebabkan komplikasi serius dalam beberapa kasus.

Orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah termasuk anak-anak, wanita hamil, atau individu dengan gangguan kekebalan.

Penularan dari manusia ke manusia umumnya jarang terjadi, tetapi dapat terjadi melalui paparan droplet atau kontak fisik langsung dengan darah, cairan tubuh, atau bahan lesi dari individu yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi.

Masa inkubasi dari penyakit itu berkisar antara lima hingga 21 hari. Pasien umumnya menularkan virus dari awal demam sampai lesi kulit berkeropeng.[]