News

Singapura Cekal UAS, Fahri Hamzah: Melanggar Nilai-nilai Dasar ASEAN

Politikus senior Fahri Hamzah menyayangkan tindakan pencekalan yang dialami oleh Ustaz Abdul Shomad (UAS) di Singapura.


Singapura Cekal UAS, Fahri Hamzah: Melanggar Nilai-nilai Dasar ASEAN
Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah menerima karikatur yang diberikan oleh Pimpinan Redaksi Rizal Maulana Malik saat berkunjung di kantor Akurat.co, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Kunjungan tersebut sebagai silahturahmi sekaligus mempromosikan produknya 'Kopi Revolusi'. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Politikus senior Fahri Hamzah menyayangkan tindakan pencekalan yang dialami oleh Ustaz Abdul Shomad (UAS) di Singapura.

Fahri meminta, agar pemerintah segera menjelaskan alasan UAS di Singapura. Sebab, pencekalan tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran HAM. 

"Di alam demokrasi, melintas negara adalah HAM.. Statuta ASEAN juga mengatur itu. Makanya gak perlu visa.. Negara tidak perlu menjelaskan kenapa seseorang diterima karena itu HAK. Tapi negara wajib menjelaskan kenapa seseorang ditolak. (bagi yang setuju prinsip demokrasi dan HAM)," kata Fahri dikutip dari akun Twitter pribadinya @fahrihamzah, pada Rabu (18/5/2022). 

baca juga:

Adapun, kata Fahri, dalam keimigrasian modern, seseorang hanya diperiksa soal kelengkapan dokumen sela perjalanan, bukan melihat dari latar belakang atau pandangan politik seseorang. 

"Dia (keimigrasian modern) tidak memeriksa ceramah atah pandangan politik orang apalagi yang disampaikan di majelis majelis keilmuan. Makanya perbatasan cukup pakai cap jari atau pengenal wajah," ucap Fahri. 

Lain halnya dalam keimigrasian kuno, yang menyebut kelengkapan dokumen bukan segalanya. 

"Dalam konsep keimigrasian kuno, pelintas batas sangat bergantung kepada penerimaan politik negara tujuan yang sangat subjektif dan tidak bisa menerapkan prinsip-prinsip umum tentang HAM tentang perjalanan dari satu titik ke titik lain. Itulah sebabnya kelengkapan administrasi bukan segalanya," ungkap mantan Ketua DPR tersebut. 

Baginya, menolak perjalanan pribadi para pemuka agama, merupakan tindakan yang sangat tidak beradab. Apalagi, kata Fahri, perjalanan itu murni perjalanan wisata dengan anak bayi berusia di bawah satu tahun.

"Ini melanggar nilai-nilai dasar ASEAN," tutur Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu.