News

Sindiran AHY Soal BLT Kena Banget: Dulu Dihina-hina Sekarang Dilanjutkan

Sindiran AHY Soal BLT Kena Banget: Dulu Dihina-hina Sekarang Dilanjutkan
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyindir langkah pemerintah Presiden Joko Widodo yang mengeluarkan kebijakan Bantuan Langsung Tunai atau BLT usai menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Mulanya, AHY membahas mengenai 4 pilar pembangunan yang pernah dikerjakan selama era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY mengatakan, ketika rezim SBY program BLT banyak dihina dan diremehkan. Program tersebut dianggap hanya untuk menghambur-hamburkan uang. 

baca juga:

"Dulu di hina-hina BLT kita, 'apa itu BLT hanya untuk menghambur-hanburkan uang negara?' Dibilang kita tak punya cara lain. Padahal itu lah cara yang bijaksana untuk membantu rakyat miskin. Betul?," kata AHY di dalam pidato pengarahannya di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2022). 

Kemudian, AHY menyinggung soal projobs atau lapangan kerja dibuka seluas-luasnya dan propoor, dimana ketika itu kaum miskin diklaim banyak dibantu, yakni dengan berbagai program salah satunya BLT . 

"Propoor kaum miskin di bantu itu lah mengapa ada subsidi ada BLT bukan untuk menghambur-hamburkan uang," ujar AHY.   

Meski begitu, AHY mengaku bahwa dirinya tidak mempermasalahkan program BLT Jokowi yang terkesan menjiplak kebijakan SBY. 

Namun, AHY justru merasa senang apabila kebijakan BLT yang menurutnya bagus tetap dilanjutkan dengan tetap menyasar orang-orang menengah ke bawah. 

"Sekarang BLT? Its oke, sesuatu yang bagus kalau dilanjutkan kan nggak apa-apa. Nggak usah malu-malu juga," sindir AHY. 

Lebih lanjut, AHY menuturkan hal berkaitan dengan lingkungan. Menurutnya, Indonesia mempunyai potensi namun saat ini banyak lingkungan yang mulai dirusak. 

"Karena kita ingin menjaga lingkungan kita Indonesia kaya, Indonesia besar punya potensi luar biasa tapi kalau rusak lingkungannya kasian anak cucu kita," pungkas AHY.