Olahraga

Sindir Newcastle, Jurgen Klopp: Uang tak Bisa Membeli Segalanya

Menurut Klopp, Newcastle United bisa menjadi klub yang memiliki kekuatan super dalam beberapa tahun mendatang.


Sindir Newcastle, Jurgen Klopp: Uang tak Bisa Membeli Segalanya
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp ( TWITTER/@LFC)

AKURAT.CO, Akuisisi 80 persen saham Newcastle United yang dilakukan oleh perusahaan konsorsium milik kerajaan Arab Saudi, Dana Investasi Publik (PIF) senilai 305 juta poundsterling atau setara dengan Rp5,8 triliun terus menarik perhatian banyak pihak. 

Teranyar, Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp menyampaikan pandangannya terhadap proses akuisisi tersebut. Menurut pelatih asal Jerman itu, Newcastle United akan menjadi klub yang sangat dominan dalam beberapa tahun ke depan.

"Apa artinya bagi sepak bola? Beberapa bulan yang lalu, kami memiliki masalah besar di dunia sepak bola dengan 12 klub mencoba membangun Liga Super," kata Klopp dikutip dari Sky Sports, Sabtu (16/10).

"Itu tidak terjadi tetapi ini semacam menciptakan 'tim super' jika Anda mau. Ini hampir sama. Tempat yang dijamin di Liga Champions. Dalam waktu beberapa tahun, tidak segera. Dengan bagaimana financial fair play digunakan saat ini di mana tidak ada yang tahu persis apakah itu masih ada atau tidak,” lanjutnya.

Klopp tidak meragukan bahwa Newcastle juga bakal menjadi tim baru yang super power dan bisa dengan mudah merekrut pemain-pemain berkualitas karena dimiliki oleh sebuah negara. Namun, eks pelatih Borussia Dortmund itu mengingatkan bahwa uang tidak bisa membeli segalanya.

"Penggemar Newcastle tentu saja akan menyukainya, tetapi tentu saja bagi kami, itu berarti ada kekuatan super baru di Newcastle. Saya tidak bisa menghindarinya,” kata dia.

"Uang tidak bisa membeli segalanya. Tetapi seiring waktu, mereka memiliki cukup uang untuk membuat beberapa keputusan yang salah untuk kemudian membuat keputusan yang tepat, dan kemudian mereka akan berada di tempat yang mereka inginkan,” tutur Klopp.

Dalam kesempatan itu, Klopp juga menyoroti masalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang menyertai investor Arab Saudi tersebut.

"Saya sedang menunggu pernyataan resmi dari Richard Masters atau yang lainnya. Kita semua tahu jelas ada kekhawatiran tentang masalah hak asasi manusia. Saya pikir semuanya jelas bahwa kita berpikiran sama di sana,” jelas Klopp.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Amnesty International Inggris, Sacha Deshmukh mengatakan pengambilalihan itu menimbulkan sejumlah pertanyaan tentang hak asasi manusia dan olahraga dan tentang integritas sepakbola Inggris.

Diketahui, PIF yang diawasi oleh putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman diduga memerintahkan pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018. Namun, pihak kerajaan dan Bin Salman telah membantah tuduhan tersebut.

Sumber: Sky Sports, BBC Sports