Olahraga

Sindhu: Tujuan Saya Medali Emas Olimpiade

PV Sindhu adalah pebulutangkis pertama India yang menjadi juara dunia.


Sindhu: Tujuan Saya Medali Emas Olimpiade
Pusarla V. Sindhu menjadi pebulutangkis India pertama yang meraih juara Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019 setelah mengalahkan wakil asal Jepang, Nozomi Okuhara di laga puncak, Minggu (25/8) malam WIB (REUTERS/Vincent Kessler)

AKURAT.CO, Olimpiade Tokyo kembali menghitung bulan setelah ditunda akibat pandemi virus corona (COVID-19). Sejalan dengan itu, peraih medali perak Olimpiade Rio De Janeiro 2016, Pusarla Venkata Sindhu, kembali memasang target lebih untuk Tokyo pada Juli-Agustus nanti.

Target tersebut jelas medali emas karena empat tahun lalu ia harus puas dengan medali perak setelah dikalahkan oleh pebulutangkis asal Spanyol, Carolina Marin. Pengalamannya kini juga sudah semakin matang sebab atlet asal India itu sukses pula menjadi juara dunia tahun lalu.

“Menjadi wanita India pertama yang memenangi perak di olimpiade jelas momen membanggakan bagi saya, sangat menarik. Saya tidak terlalu dikenal ketika berangkat ke Olimpiade Rio 2016, dan saya seperti dianggap, ‘ok, mari lihat apa yang dia lakukan’,” kata Sindhu sebagaimana dipetik dari laman resmi BWF.

“Tujuan dan target (saya) adalah emas di Olimpiade Tokyo. Saya pasti akan memberikan yang terbaik. Seratus persen saya dan saya berharap untuk medali emas,” kata Sindhu.

Tahun ini Sindhu sempat berangkat ke Inggris untuk membangkitkan kebugarannya bersama Gatorade Sports Science Institute. Kini, ia bersiap untuk tampil di tiga kejuaraan level elite di Bangkok, Januari mendatang.

“Saya menjalani masa tanpa turnamen beruntun untuk meningkatkan (kemampuan) di beberapa hal seperti serangan dan level kebugaran saya. Saya secara mental dan fisik lebih kuat karena jeda (akibat pandemi COVID-19). Saya bugar dan baik dan menantikan (turnamen) di Thailand,” kata Sindhu.

Selain itu, Sindhu juga menjalani tahun yang berat karena faktor di luar lapangan sejak ia menjadi juara dunia pada Agustus lalu. Dimulai dengan mundurnya pelatih Sindhu asal Korea Selatan, Kim Ji-Hyun, karena menganggap sang pebulutangkis tak lagi menghormatinya menjelang dan selepas kejuaraan dunia.

Serta tuduhan media di India yang menulis bahwa shuttler kelahiran Hyderabad, India, 5 Juli 1995, itu berselisih dengan orang tuanya dan membuatnya hengkang ke Inggris. Sindhu juga tak mundur dari tim Piala Uber yang sedianya digelar tahun ini karena urusan keluarga.[]