Ekonomi

Simak Simulasi Modus Penipuan dengan Pembayaran QRIS, Pelaku Usaha Patut Waspada!

Penipu akan berpura-pura telah melakukan scan QR Code yang tersedia.

Simak Simulasi Modus Penipuan dengan Pembayaran QRIS, Pelaku Usaha Patut Waspada!
Simulasi Modus Penipuan dengan Pembayaran Qris (TikTok/mrongdedy)

AKURAT.CO Di zaman yang serba digital seperti sekarang ini memang banyak hal yang juga mulai dilakukan secara digital dan online, seperti halnya pembayaran. Hal ini banyak dijumpai di beberapa toko atau swalayan yang sekarang sudah menerapkan metode pembayaran cashless atau menggunakan dompet digital. Pembeli tidak perlu lagi membawa dompet karena bisa membayar menggunakan uang virtual yang ada di ponsel mereka. Salah satu metode tersebut adalah QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard yakni pembayaran menggunakan QR code dari Bank Indonesia.

Hal tersebut memang memudahkan banyak orang, namun justru terkadang ada saja oknum nakal yang memanfaatkan kelengahan pelaku usaha. Penipu akan berpura-pura telah melakukan scan QR Code yang tersedia. Bukannya membayar, oknum pembeli nakal justru menipu.

Nah, video dari akun TikTok milik @Dedyong ini mungkin bisa membantu pelaku usaha agar tidak tertipu dengan pembeli saat menggunakan QRIS. Dalam video tersebut, pemilik akun mengatakan bahwa dibuatnya video agar pelaku usaha untuk bisa berhati-hati agar tidak ada pemalsuan bukti transfer QRIS. 

baca juga:

@mrongdedy WARNING: VIDEO INI HANYA UNTUK EDUKASI. Yuk, ingatkan teman-teman kita yang belum waspada soal ini. Minta mereka beralih ke QRIS yang bisa dicek secara REALTIME. #teknologi #tech #techtips #qris #penipuan #modus #ongdedy #ongdedyteknologi original sound - Dedy Ong

Ia melakukan simulasi tersebut di sebuah apotek dan istrinya membeli sejumlah vitamin. Ia membayar sejumlah Rp415.900 dengan metode QRIS. Ia pun membuat simulasi bukti transfer palsu. Kasir apotek pun memeriksa transfer masuk atau tidak dengan memotretnya dan mengirim bukti ke tim lain yang kemungkinan bagian keuangan. Setelah itu, transaksi dianggap lunas oleh kasir. Dedy lalu berjalan keluar dan menunggu apakah kasir menyadari atau tidak bahwa dirinya menggunakan bukti transfer palsu. 

Setelah ditunggu beberapa saat, kasir rupanya tidak sadar dengan hal tersebut. Bagi pelaku usaha diharap hati-hati karena bukti transfer QRIS bisa dibuat dengan nominal yang sama dan tempat pembelian yang sama. Ia pun kembali ke dalam apotek dan membayar dengan benar.

"Kak, setelah saya cek ini transaksi saya tadi gak masuk loh," jelas Dedy kepada kasir apotek. 

Ia mengaku jika saldonya tidak berkurang dan akhirnya membayar dengan uang tunai. Dedy juga mengatakan jika menggunakan QRIS sedikit berisiko. 

Lebih lanjut, pria berkacamata itu memberikan sejumlah saran kepada pelaku usaha pemakai QRIS. 

"Jadi untuk teman-teman pebisnis yang masih menerima pembayaran dengan QRIS tapi tidak bisa langsung memeriksa apakah dananya masuk atau tidak saran saya segera dihentikan dulu. Coba cari solusi pembayaran QRIS yang memungkinkan teman-teman langsung melihat dana itu masuk atau tidak," kata Dedy. 

Ia juga berharap agar para pebisnis lebih hati-hati dan mencari solusi lain untuk mengetahui dana masuk atau tidak.[]