Lifestyle

Simak SE Kementerian Kesehatan Ini, Sebelum Suntik Vaksin Booster

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Booster


Simak SE Kementerian Kesehatan Ini, Sebelum Suntik Vaksin Booster
Warga menunggu saat diobservasi usai disuntik vaksin Covid-19 dosis ketiga saat menjalani vaksinasi booster Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Jakarta, Rabu (12/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Direktorat Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi Covid-19 Dosis Lanjutan (Booster).

SE ini ditujukan kepada para kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota serta kepala/direktur rumah sakit (RS), dan kepala/pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia.

Melalui laman resmi Kemenkes, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu mengatakan bahwa hasil studi menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis primer lengkap. Oleh karena itu, menurutnya, masyarakat membutuhkan vaksinasi booster ini.

baca juga:

Dikutip dari SE tersebut, vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan (booster) adalah vaksinasi Covid-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer atau vaksinasi dosis lengkap, yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan dari covid-19.

Vaksinasi Covid-19 dosis lanjutan (booster) diselenggarakan oleh Pemerintah, dengan sasaran vaksinasi yakni masyarakat usia 18 tahun ke atas dengan prioritas pada kelompok lanjut usia dan penderita imunokompromais.

Pelaksanaan vaksinasi program dosis lanjutan (booster) bagi sasaran lansia, dapat dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. 

Sementara sasaran non-Iansia penderita imunokompromais, dilaksanakan di kabupaten/kota yang sudah mencapai cakupan dosis 1 total minimal 70 persen dan cakupan dosis 1 lansia minimal 60 persen.

Syarat penerima vaksin dosis lanjutan (booster) adalah:

  • Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi Peduli Lindungi;
  • Berusia 18 tahun ke atas; 
  • Telah mendapatkan vaksinasi primer dosis lengkap minimal 6 bulan sebelumnya.

Untuk pemberian vaksinasi dosis lanjutan (booster), dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu: