Ekonomi

Simak Nih Perbedaan Menabung dan Investasi, Jangan Salah Kaprah!

Salah satu permasalahan keuangan yang sering kali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat ialah mereka beranggapan menabung dan investasi itu sama.


Simak Nih Perbedaan Menabung dan Investasi, Jangan Salah Kaprah!
Menabung mempunyai beragam manfaat, salah satunya adalah bertujuan untuk rencana masa depan yang lebih baik, termasuk menabung untuk hari tua. (IDFL.ME)

AKURAT.CO Salah satu permasalahan keuangan yang sering kali menjadi perbincangan di kalangan masyarakat ialah mereka beranggapan menabung dan investasi itu sama.

Padahal sesungguhnya menabung dan investasi adalah dua hal yang berbeda.

Anggapan bahwa menabung dan investasi itu sama, adalah keliru alias tidak benar, sebab keduanya memiliki arti yang berbeda.

baca juga:

Menabung biasanya digunakan untuk alokasi dana cadangan, yakni untuk berjaga-jaga mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, menabung biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, di mana sewaktu-waktu kamu bisa mengambil uang yang disimpan.

Sedangkan investasi adalah pembelian aset moneter yang memiliki nilai, di mana nilai sejumlah dana yang kamu investasikan bisa berpotensi meningkat dan sebaliknya, menurun.

Investasi ini juga memiliki  keuntungan yang sangat besar dalam jangka waktu lama, yaitu dapat menambah jumlah kekayaan yang dimiliki.

Meski keduanya baik, menabung dan investasi memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Keadaan keuangan bisa lebih baik jika memahami perbedaan keduanya.

1. Keduanya sama-sama kegiatan menyimpan uang

Selain perbedaan, menabung dan investasi juga memiliki persamaan, yakni keduanya merupakan kegiatan menyimpan uang. Perbedaannya, ada pada cara mengelola uang, bentuk, nilai keuntungan, hingga fungsi yang dimiliki.

Saat menabung, kamu bisa menyimpannya di bank atau di rumah. Keuntungan menyimpan uang di bank tentunya lebih aman dan adanya bunga.

Sementara investasi, bisa dilakukan di bank, membeli instrumen investasi, ataupun di pasar saham.

Menabung merupakan kegiatan yang sudah ditanamkan sejak kecil. Kita diajarkan dengan menabung kita bisa menjadi kaya.

Sementara saat ini, banyak orang beranggapan, untuk bisa memiliki aset kekayaan yang banyak tidak cukup hanya menabung. Menabung kebiasaan yang sangat baik, tapi jika ingin keuntungan yang lebih, berinvestasilah.

2. Tingkat resiko

Dari segi risiko, kamu juga akan menemukan perbedaan yang cukup kontras antara tabungan dengan investasi.

Tabungan memiliki tingkat risiko yang jauh lebih aman kalau dibandingkan dengan investasi. Kamu tidak akan takut kehilangan uang ketika menyimpan dana di rekening bank.

Apalagi, kalau kamu memilih bank dengan reputasi ternama yang memberi jaminan keamanan dana para nasabahnya.

Sementara itu, investasi memiliki tingkat risiko yang harus siap untuk dihadapi. Dalam berinvestasi, kamu tidak hanya bisa meraih keuntungan. Di waktu yang sama, ada pula kemungkinan untuk mengalami kerugian.

Selain itu, tingkat risiko dalam investasi juga bervariasi. Seiring dengan potensi keuntungan yang bisa kamu dapatkan, risiko kerugiannya juga semakin tinggi.

3. Akses Penggunaannya

Pada umumnya menabung memiliki sifat yang lentur. Jadi, akses penggunaannya pun sangat mudah sehingga bisa leluasa menggunakannya.

Sebaliknya dengan investasi yang memiliki sifat tidak lentur karena memiliki periode yang telah ditentukan. Maka, sulit digunakan.

Namun, tergantung pada jenis investasi yang dipilih. Misalnya saja emas yang lebih mudah digunakan dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

4. Sumber Keuntungan

Jika menabung di celengan tentunya tidak akan mendapatkan keuntungan lebih, tapi kalau lakukan di bank maka terdapat keuntungan yang bisa didapatkan, yaitu berupa bunga. Sementara sumber keuntungan pada investasi yang bisa didapat yaitu imbal hasil.

5. Bentuk dan Jenis Produk

Dalam melakukan kegiatan menabung, umumnya yang digunakan adalah uang. Uang tersebut disimpan di bank atau koperasi yang Anda percayai dalam bentuk uang tabungan maupun deposito.

Sedangkan dalam berinvestasi, ada berbagai bentuk atau jenis produk yang bisa digunakan. Terdapat dua jenis investasi, yakni investasi dalam bentuk aset riil dan investasi dalam bentuk keuangan dalam produk-produk pasar modal. Investasi dalam bentuk aset riil misalnya bisa dalam bentuk emas dan aneka produk barang-barang properti.

Sedangkan investasi dalam bentuk keuangan di pasar modal bisa dalam bentuk saham, obligasi dan reksa dana. Aneka jenis produk investasi tersebut dapat bertumbuh sesuai dengan keadaan pasar dan potensi keuntungan yang diberikan pun lebih besar daripada tabungan biasa.[]