News

Simak Nih! 3 Kombinasi Vaksin Booster Rekomendasi Kemenkes

Pemerintah memutuskan menggunakan vaksin kombinasi kepada masyarakat penerima vaksin.


Simak Nih! 3 Kombinasi Vaksin Booster Rekomendasi Kemenkes
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (batik coklat) saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX di Nusantara I, Kompeleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Vaksinasi booster atau dosis ketiga resmi dimulai pada hari ini. Pemerintah memutuskan menggunakan vaksin kombinasi kepada masyarakat penerima vaksin.

Hal itu dilakukan berdasarkan ketersediaan vaksin dan telah melalui rekomendasi BPOM, ITAGI dan sesuai dengan rekomendasi organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, vaksinasi booster akan dilakukan dan menyasar kelompok prioritas seperti lansia dan kelompok rentan lainnya. Kegiatan itu akan dilakukan di seluruh fasilitas kesehatan negara, mulai dari Puskesmas, RSUD hingga RS vertikal milik pemerintah pusat.

baca juga:

Vaksinasi booster akan dilakukan dengan menggunakan vaksin kombinasi. Pertama, kata Budi, bagi yang vaksin primernya Sinovac atau vaksin pertama dan kedua menggunakan Sinovac maka pada suntikan bosster akan disuntik atau vaksin booster-nya menggunakan setengah dosis vaksin Pfizer. 

Kedua, untuk yang vaksin primernya menggunakan Sinovac atau vaksin pertama dan keduanya Sinovac maka suntikan ketiga atau vaksin bosternya akan menggunakan setengah dosis AstraZeneca (AZ). 

Ketiga, masih kata Budi, bagi masyarakat yang pada vaksin vaksin primer menggunakan vaksin jenis AstraZeneca (AZ), maka pada suntikan booster-nya akan mendapatkan setengah dosis Moderna. 

"Ini adalah kombinasi awal dari rezim vaksin booster yang kita akan berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh BPOM dan ITAGI yang nanti bisa berkembang tergantung hasil riset," katanya, Rabu (12/1/2022). 

Vaksinasi booster dengan metode vaksin kombinasi, kata dia, juga telah sesuai dengan dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau bisa juga menggunakan vaksin yang berbeda atau heterolog.

"Beberapa penelitian di dalam dan luar negeri menunjukan vaksin heterologus atau vaksinasi dengan kombinasi vaksin jenis yang berbeda menunjukkan peningkatan antibodi yang relatif sama atau lebih baik dari vaksin bosster homologis atau vaksin booster dengan jenis vaksin yang sama," katanya.