Rahmah

Simak! Ini Ketentuan Pembagian Daging Hewan Kurban

Dalam pembagian hewan kurban ada aturan-aturan yang harus dipenuhi agar berjalan sesuai syariat Islam.


Simak! Ini Ketentuan Pembagian Daging Hewan Kurban
Ilustrasi daging hewan kurban (pixabay.com/BlackWolfi)

AKURAT.CO Salah satu anjuran bagi setiap muslim pada hari raya Idul Adha adalah menyembelih hewan kurban. Salah satu ketentuan yang harus diperhatikan dalam berkurban adalah pembagian atau distribusi daging. Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi agar berjalan sesuai syariat Islam.

Dilansir NU Online, status hewan kurban sendiri dibagi menjadi dua, ada yang wajib dan ada yang sunah. Untuk kurban sunah, pemilik hewan boleh ikut memakan daging maksimal sepertiganya. Sementara dalam kurban wajib pemilik sama sekali tidak boleh memakannya, semua harus disedekahkan.

KH Afifuddin Muhajir dalam Fathul Mujibil Qarib menjelaskan,

baca juga:

 (ولا يأكل المضحي شيئا من الأضحية المنذورة) بل يتصدق وجوبا بجميع أجزائها (ويأكل) أي يستحب للمضحي أن يأكل (من الأضحية المتطوع بها) ثلثا فأقل  

Artinya, “Orang yang berkurban tidak boleh memakan sedikit pun dari ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) tetapi ia wajib menyedekahkan seluruh bagian hewan kurbannya. (Ia memakan) maksudnya orang yang berkurban dianjurkan memakan (daging kurban sunah) sepertiga bahkan lebih sedikit dari itu.”

Selain batasan kebolehan mengonsumsi daging di atas, pemilik kurban sunah juga tidak boleh menjual dagingnya, hal ini juga berlaku bagi kurban yang dinazari sehingga statusnya menjadi kurban wajib. KH Afifuddin Muhajir dalam Fathul Mujibil Qarib memaparkan,

(ولا يبيع) المضحي (من الأضحية) شيئا من لحمها أو شعرها أو جلدها أي يحرم عليه ذلك ولا يصح سواء كانت منذورة أو متطوعا بها  

Artinya, “Orang yang berkurban (tidak boleh menjual daging kurban) sebagian dari daging, bulu, atau kulitnya. Maksudnya, ia haram menjualnya dan tidak sah baik itu ibadah kurban yang dinazarkan (wajib) atau ibadah kurban sunah.”

Selanjutnya, baik kurban sunah ataupun wajib, pendistribusian daging hewan kurban harus dalam bentuk daging mentah, bukan sudah dimasak. Hal ini berbeda dengan penyembelihan hewan aqiqah, daging dibagikan dalam keadaan sudah dimasak.

 KH Afifuddin Muhajir dalam Fathul Mujibil Qarib menjabarkan,

ويطعم) وجوبا من أضحية التطوع (الفقراء والمساكين) على سبيل التصدق بلحمها نيئا فلا يكفي جعله طعاما مطبوخا ودعاء الفقراء إليه ليأكلوه والأفضل التصدق بجميعها إلا لقمة أو لقمتين أو لقما  

Artinya, “Orang yang berkurban wajib (memberi makan) dari sebagian hewan kurban sunah (kepada orang fakir dan miskin) dengan jalan penyedekahan dagingnya yang masih segar. Menjadikan dagingnya sebagai makanan yang dimasak dan mengundang orang-orang fakir agar mereka menyantapnya tidak memadai sebagai ibadah kurban. Yang utama adalah menyedekahkan semua daging kurban kecuali sesuap, dua suap, atau beberapa suap.”[]

Sumber: NU Online