News

Simak Aturan Lengkap Akad Nikah dan Resepsi Saat PPKM Level 4 di Jakarta

Dinas Parekraf mengizinkan masyarakat menggelar acara akad nikah saat PPKM Level 4.


Simak Aturan Lengkap Akad Nikah dan Resepsi Saat PPKM Level 4 di Jakarta
Ilustrasi akad nikah (Pinterest)

AKURAT.CO, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta kembali membatasi kapasitas dan waktu operasional usaha pariwisata selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 dari 26 Juli - 2 Agustus 2021.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Nomor 495 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Level 4 pada Sektor Usaha Pariwisata, akad nikah dapat digelar selama aturan tersebut berlaku.

Akad nikah atau upacara pernikahan bisa digelar di hotel maupun gedung pertemuan yang sudah memiliki izin penyelenggaraan. Namun, kapasitas tamu yang diperkenankan hadir hanya 20% dari kapasitas ruangan acara dan tidak boleh melebihi 30 orang. 

Tamu yang hadir dalam akad nikah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain itu, tamu dan petugas diwajibkan sudah melakukan vaksinasi Covid-19. 

Penyelenggara acara juga tidak diperkenankan menerapkan makan di tempat. Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Sementara, resepsi pernikahan selama PPKM Level 4 di Jakarta tidak boleh digelar. Artinya, pengelola hotel atau gedung pertemuan juga dilarang menyediakan lokasi bagi warga yang hendak menyelenggarakan acara resepsi.

Selain acara pernikaan, SK yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya tersebut mengatur tentang operasional rumah makan.

Kegiatan usaha rumah makan, kafe yang berada dalam gedung atau toko tertutup baik di lokasi sendiri maupun pusat perbelanjaan hanya menerima take away, delivery service, dan drive thru. Operasionalnya hanya diperkenankan sampai pukul 22.00 WIB, tidak boleh lebih.

Di sisi lain, kegiatan serupa yang berlokasi di ruang terbuka dan udara bebas dapat melayani konsumen di tempat. Namun karyawan dan pengunjung diwajibkan sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

Selain itu, kapasitas maksimal pengunjung hanya 25%. Pengunjung yang makan di tempat hanya diberi waktu 20 menit untuk menyantap pesanannya.

Pemilik usaha rumah makan dan sejenisnya dilarang menampilkan pertunjukan musik hidup.

Kegiatan operasional rumah minum atau bar yang menyajikan minuman beralkohol wajib tutup.[]