Ekonomi

Simak! 7 Jurus Aman Terhindar dari Teror Fintech Abal-abal

Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti agar terhindar dari transaksi bodong yang dilakukan oleh fintech ilegal.


Simak! 7 Jurus Aman Terhindar dari Teror Fintech Abal-abal
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) ( knowledge.wharton.upenn.edu)

AKURAT.CO Terkadang, di saat-saat genting kita terpaksa membutuhkan pinjaman atau butuh mendapatkan akses kredit untuk membeli keperluan mendadak. Jika kita mengajukan ke bank, mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.

Untuk itu, terkadang alternatif terbaik adalah fintech, apalagi selama pandemi ini di mana tak perlu ribet melakukan kontak fisik dengan orang cukup lewat handphone dan cair dengan cepat.

Meski demikian, selama pandemi ini fintech ilegal pun terus menjamur dengan mengelabui masyarakat yang sedang sangat membutuhkan. Mereka menerapkan bunga begitu tinggi, ataupun menagih dengan cara yang tak manusiawi sudah menjadi kasus umum dalam fintech.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hingga Februari 2021 pihaknya menemukan, 68 bisnis sektor keuangan non bank ilegal pada awal tahun 2021.

Adapun 68 bisnis usaha tersebut, terdiri dari 51 perusahaan pinjaman online (pinjol) atau peer to peer lending (P2P), dan 17 perusahaan gadai ilegal.

Menyikapi fenomena fintech ilegal, masyarakat juga dituntut semakin cermat, kritis, dan bijaksana dalam melakukan transaksi melalui fintech.

Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti agar terhindar dari transaksi bodong yang dilakukan oleh fintech ilegal, dilansir dari berbagai sumber.

Cek Statusnya di OJK
Paling penting pertama dilakukan adalah cek perusahaan apakah sudah terdaftar di OJK. Pastikan selalu perusahaan fintech lending tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Masyarakat juga dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perusahaannya sendiri, bisa dengan mudah mendapatkan informasinya dari review teman atau kerabat terdekat.

Pahami Bunga yang Ditawarkan
Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan di setiap kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan apakah sesuai dengan harapan juga kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut.

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu