News

Sikap Megawati di Era SBY Diungkit Politisi Demokrat, Pengamat: Masyarakat Akan Mengelus Dada

Ujang Komarudin mengatakan, mengungkit masa lalu untuk menjatuhkan figur seseorang tidak elok dilakukan.


Sikap Megawati di Era SBY Diungkit Politisi Demokrat, Pengamat: Masyarakat Akan Mengelus Dada
Pengamat politik Ujang Komarudin saat berbincang bersama awak redaksi AKURAT.CO di kawasan Patal Senayan, Jakarta, Jumat (30/11/2018). (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyeret nama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di tengah ramainya perbincangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, mengungkit masalalu untuk menjatuhkan figur tidak elok dilakukan. Dia mengatakan, seharusnya di kondisi pandemi Covid-19 para pejabat negara fokus bergotong-royong menangani pandemi Covid-19. 

"Tak patut saling mengungkit masa lalu masing-masing," terang Ujang saat dihubungi AKURAT.CO, Jumat (40/7/2021).

Ujang menyebut, perseteruan di media antara Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sungguh tidak sensitif. Karena masyarakat saat ini tengah mengalami krisis akibat wabahnya virus corona.

"Masyarakat hanya akan mengelus dada atas perseteruan mereka," ungkapnya.

Padahal, kata Ujang, kritik atau saran dari seorang mantan Presiden tidak jadi masalah. Apalagi, sebagai negara demokrasi, Indonesia telah menjamin kemerdekaan mengemukakan pendapat di muka umum melalui berbagai peraturan perundang-undangan.

Namun, lanjut Ujang, kritik tersebut nantinya akan berpengaruh pada dirinya, maupun partai politik yang dibangun.

"Sangat berpengaruh, makanya diserang balik. Paling tidak akan semakin mendelegitimasi pemerintah," pungkasnya.

Diketahui, Luhut sebelumnya pernah dikritik oleh SBY soal gaya komunikasinya yang dinilai keras dan terkesan mengancam. Luhut menilai apa yang disampaikan SBY itu sah saja.

Namun menteri Jokowi ini merasa tidak pernah mengancam siapapun. Luhut mempersilakan SBY atau siapapun untuk menilai cara dirinya berkomunikasi. Namun Luhut merasa tidak berupaya menyerang rakyat yang kritik. Hal ini terungkap dalam acara Double Check Kick Andy Metro TV, Minggu 25 Juli 2021.

"Saya enggak temperamental kok, gaya Batak memang begini, apalagi saya tentara lagi. Saya enggak merasa aneh, silakan dia (SBY) ngomong begitu. Saya ini care dengan banyak orang, lihat saja mana ada yang peduli nyapa anak buahnya. Saya ini keras terhadap pendirian saya," kata Luhut.

Kemudian, SBY sempat berkomentar soal pandemi Corona. SBY berharap Tuhan membimbing pemerintah dan masyarakat melewati ujian ini. Hal itu disampaikan SBY dalam akun Twitter-nya yang bercentang biru seperti dilihat pada Rabu (28/7/2021).

SBY menekankan mengenai pentingnya berdoa, selain terus berikhtiar.

"Tuhan, seraya gigih berikhtiar, kami tetap memohon kemurahan hati-Mu. Selamatkan negeri kami dan kami semua. Bimbinglah pemerintah kami dan juga kami masyarakat Indonesia agar dapat mengatasi pandemi besar ini. Amin," tulis SBY.[]