Rahmah

Sikap Manusia yang Sebabkan Dosanya Tidak Akan Allah Ampuni

Sikap ini seringkali ada pada mereka yang merasa lebih dibandingkan orang lain


Sikap Manusia yang Sebabkan Dosanya Tidak Akan Allah Ampuni
Ilustrasi kemaksiatan (Akurat.co)

AKURAT.CO Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan dosa dalam kehidupannya. Dan, sebaik-baik dari mereka yang melakukan dosa adalah yang mau untuk bertaubat. Ia mau mengakui kesalahannya dan bertekad tidak mengulanginya.

Allah SWT merupakan Dzat yang Maha Pengampun atas segala dosa-dosa setiap hamba-Nya. Bahkan, Allah memerintah manusia agar tidak mudah putus asa jika terlanjur pernah melakukan dosa.

Dalam QS. Az Zumar ayat 53 Allah SWT berfirman:

قُلۡ يٰعِبَادِىَ الَّذِيۡنَ اَسۡرَفُوۡا عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُوۡا مِنۡ رَّحۡمَةِ اللّٰهِ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغۡفِرُ الذُّنُوۡبَ جَمِيۡعًا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ الۡغَفُوۡرُ الرَّحِيۡمُ

Qul yaa'ibaadiyal laziina asrafuu 'alaaa anfusihim laa taqnatuu mirrahmatil laah; innal laaha yaghfiruz zunuuba jamii'aa; innahuu Huwal Ghafuurur Rahiim

Artinya: "Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Allah Maha Pengampun atas dosa-dosa manusia. Bahkan, jika ia pernah melakukan dosa syirik dan melakukan taubatan nasuha, pun Allah akan mengampuninya. 

Ibnu Khuzaiman dalam kitab at-Tauhîd, juz 2, halaman 832:

وَاللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ يَشَاءُ غُفْرَانَ كُلِّ مَعْصِيَةٍ يَرْتَكِبُهَا الْمُسْلِمُ دُونَ الشِّرْكِ، وَإِنْ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا، لِذَاكَ أَعْلَمَنَا فِي مُحْكَمِ تَنْزِيلِهِ فِي قَوْلِهِ: وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Artinya: “Allah  azza wa jalla terkadang berkenan mengampuni segala macam maksiat yang dilakukan oleh orang Muslim, selain syirik, meskipun orang tidak pernah bertaubat dari dosanya. Oleh karena itu, Allah mengajari kita dalam Al-Qur’an ‘dan mengampuni selain dosa itu (syirik) kepada siapa pun yang dikehendaki (Allah)."

Tetapi ada sikap manusia yang bisa membuat dosanya tidak bisa Allah ampuni. Sikap ini tentu saja harus dijauhi setiap orang Islam. Syihabuddin Ibnu Hajar al-Asqalani, dalam Nashâihul ‘Ibâd, halaman 11, menjelaskan sikap yang dimaksudkan di atas sebagai berikut: