Tech

Signify Tambahkan Motif Batik sebagai Opsi Desain Luminer Cetak 3D Philips

Terinspirasi oleh motif batik klasik, Kawung dan Megamendung


Signify Tambahkan Motif Batik sebagai Opsi Desain Luminer Cetak 3D Philips
Signify Tambahkan Motif Batik sebagai Opsi Desain Luminer Cetak 3D Philips (dok. Signify)

AKURAT.CO Perusahaan teknologi pencahayaan Signify merayakan kebudayaan Indonesia dengan menambahkan dua motif desain luminer cetak 3D Philips baru untuk memperingati Hari Batik Nasional bulan ini. 

Terinspirasi oleh motif batik klasik, Kawung dan Megamendung, pelanggan memiliki lebih banyak opsi desain untuk dipilih dari katalog desain luminer cetak 3D Philips yang sangat beragam.

Pada 2 Oktober 2009, UNESCO mendeklarasikan Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Motif batik sendiri telah digunakan dalam banyak elemen desain interior. 

Desain batik saat ini tersedia untuk kap lampu gantung dengan berbagai warna dan model yang dapat dipilih oleh pelanggan. Luminer yang proses pembuatannya menggunakan teknologi pencetakan 3D, hanya diproduksi berdasarkan pesanan dan akan siap dalam waktu tiga minggu

“Signify dengan bangga menyertakan motif Batik untuk merayakan budaya dan warisan Indonesia dalam koleksi luminer cetak 3D Philips kami,” kata Dedy Bagus Pramono, Country Leader Signify Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

“Kami ingin para pemilik rumah dan pelanggan profesional dapat memilih luminer yang sesuai dengan interior atau suasana acara mereka, dan motif Batik ini memungkinkan mereka untuk menghadirkan sentuhan Indonesia. Tim lokal kami, yang mendukung pelestarian warisan negara ini, sangat senang telah menambahkan beberapa konten lokal untuk memperkaya kepustakaan desain kami," tambahnya.

Layanan pencetakan 3D Philips menawarkan pemilik rumah dan pelanggan profesional kesempatan untuk memproduksi luminer berdasarkan ide kreatif, desain, serta kebutuhan dan preferensi interior, menggunakan material polikarbonat yang 100% dapat didaur ulang. Fleksibilitas desain menggunakan mesin pencetakan 3D sangatlah luas.

"Kami juga membatasi penggunaan sekrup dan sejumlah komponen untuk menyederhanakan daur ulang serta mengurangi bobotnya, seraya menjaga kekuatan dan masa pakai yang tahan lama. Hal ini selanjutnya mengurangi emisi dari pengiriman produk sebanyak 28%," jelas Dedy.

Ia menerangkan penggunaan material berwarna daripada mengecat produk sesudahnya, menghindarkan keperluan untuk proses pewarnaan, sehingga semakin menyederhanakan keseluruhan proses pembuatan. Hampir semua komponen bisa digunakan kembali atau di daur ulang, yang mendukung konsep ekonomi sirkular.