Tech

Signify Foundation Distribusikan 1.375 Philips LifeLight di Pedalaman NTT

Signify Foundation Distribusikan 1.375 Philips LifeLight di Pedalaman NTT


Signify Foundation Distribusikan 1.375 Philips LifeLight di Pedalaman NTT
Philips SunStay, lampu jalan bertenaga surya (dok. Signify)

AKURAT.CO, Perusahaan teknologi pencahayaan, Signify, melanjutkan komitmennya untuk menerangi masyarakat daerah terpencil di Indonesia. Tahun ini, program Signify Indonesia Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) yang didanai oleh Signify Foundation membawa pencahayaan ke 16 desa yang belum terjangkau listrik di Kabupaten Kupang dan Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program ini mendistribusikan 1.375 unit Philips LifeLight kepada rumah-rumah yang membutuhkan, dan membangun 16 titik lampu jalan baru menggunakan Philips SunStay di 8 desa dan jalur penghubungnya di Kupang.

Salah satu tipikal desa terpencil yang dipilih untuk menerima sistem pencahayaan tenaga surya adalah desa Sillu di Kabupaten Kupang. Berjarak hanya empat jam berkendara dari kota Kupang, 5.000 penduduk desa ini tidak pernah menikmati kemudahan listrik. 

Penduduk biasa menggunakan obor kayu untuk menemani perjalanan mengambil air di malam hari. Para wanita, yang mencari nafkah dari menenun, harus melakukan semuanya di siang hari, saat cukup terang untuk bisa melihat dan memeriksa hasil tenunan yang dikerjakan.

Di Sumba Tengah, 1.826 unit Philips LifeLight disalurkan untuk rumah tangga serta 3 puskesmas di 8 desa.

Country Leader Signify Indonesia, Dedy Bagus Pramono, mengatakan, masih ada masyarakat tak terjangkau listrik yang aktivitasnya terbatas pada siang dan malam hari.

"Hal ini tentu saja mengurangi produktivitas mereka secara keseluruhan dan membatasi kemampuan mereka untuk mencari nafkah, di samping risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh lampu minyak, lilin, dan obor," ujarnya kepada Akurat.co, Rabu, (16/6).

Signify menyediakan pencahayaan LED bertenaga surya untuk memungkinkan masyarakat di daerah pedesaan terpencil untuk melakukan aktivitas sehari-hari saat malam tiba.

"Siang hari tambahan” ini mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari mereka. Berkat ini, masyarakat desa tidak perlu lagi terpapar risiko penglihatan atau pernapasan saat menggunakan lilin dan lampu minyak tanah. Pencahayaan yang dipasang di fasilitas umum seperti Puskesmas memberikan penduduk akses ke perawatan dalam keadaan darurat medis, bahkan ketika hari sudah gelap," sebut Dedy.

Bermitra dengan Kopernik, LSM lokal yang mengkhususkan diri dalam bidang teknologi untuk memberdayakan masyarakat di desa-desa terpencil, Signify Foundation menyediakan pencahayaan rumah tangga berbasis tenaga surya.

Pencahayaan rumah bertenaga surya Philips LifeLight ini lebih aman, lebih sehat, lebih terang, dan 10 kali lebih tahan lama (hingga 40 jam) daripada lampu minyak tanah dan lilin. Fitur yang berguna dari Philips LifeLight adalah port USB yang dapat digunakan untuk mengisi daya ponsel di rumah.

Untuk menerangi jalan-jalan desa, perusahaan memasang Philips SunStay, lampu jalan bertenaga surya all-in-one lengkap dengan baterai terintegrasi, panel surya dan pengisi daya yang semuanya telah terpasang pada luminer.[]