News

Sidang Kejahatan Perang Pertama Digelar, Tentara Rusia Minta Maaf pada Janda Ukraina

Meski suaminya telah dibunuh, Kateryna Shelipova ikhlas jika Vadim Shishimarin dibebaskan ke Rusia untuk dibarter dengan tentara Ukraina yang ditahan.


Sidang Kejahatan Perang Pertama Digelar, Tentara Rusia Minta Maaf pada Janda Ukraina
Vadim Shishimarin meminta maaf kepada Kateryna Shelipova karena telah membunuh Oleksandr Shelipov. (REUTERS)

AKURAT.CO Seorang tentara Rusia meminta maaf kepada seorang janda Ukraina atas pembunuhan suaminya. Mereka bertemu di sidang kedua pada Kamis (19/5) dalam pengadilan kejahatan perang pertama atas invasi Rusia sejak 24 Februari.

Dilansir dari Reuters, Vadim Shishimarin, seorang komandan tank, mengaku bersalah pada Rabu (18/5) karena membunuh seorang warga sipil tak bersenjata berusia 62 tahun, Oleksandr Shelipov, di desa Chupakhivka, pada 28 Februari.

"Saya mengakui kesalahan saya. Saya meminta Anda untuk memaafkan saya," bujuknya kepada Kateryna Shelipova, istri korban.

baca juga:

Pemuda 21 tahun memasang raut wajah sedih dari bilik kaca untuk terdakwa. Ia berbicara dengan tenang, tetapi tampak ketakutan.

Sidang Pertama Kejahatan Perang Digelar, Tentara Rusia Minta Maaf pada Janda Ukraina - Foto 1
REUTERS

Sementara itu, Kremlin mengaku tak punya informasi tentang persidangan tersebut. Selain itu, Rusia tak punya misi diplomatik di Ukraina, sehingga tak bisa memberikan bantuan hukum.

Kepada pengadilan, Shelipova menuturkan ia mendengar tembakan dari jarak jauh di halaman mereka. Sontak wanita tersebut menjerit.

"Saya menghampiri suami saya. Ia sudah mati. Ditembak di kepala. Saya menjerit, saya berteriak sangat keras," ungkapnya.

Janda tersebut tampak putus asa dan suaranya bergetar karena emosi.

Sidang Pertama Kejahatan Perang Digelar, Tentara Rusia Minta Maaf pada Janda Ukraina - Foto 2
REUTERS

Shelipova mengaku tak keberatan jika Shishimarin dibebaskan ke Rusia untuk barter tahanan demi membebaskan 'anak bangsa' dari Mariupol. Ini merujuk pada ratusan tentara Ukraina yang telah menyerahkan diri mereka ke Rusia.

Persidangan digelar lantaran Ukraina dicengkeram kekhawatiran nasib tentaranya yang diharapkan akan diserahkan Rusia dalam barter tahanan tersebut. Beberapa suara Rusia menyerukan agar mereka diadili atas kejahatan.

Menurut Shelipova, suaminya tak bersenjata dan mengenakan pakaian sipil. Mereka punya seorang putra berusia 27 tahun dan 2 cucu.

Sidang Pertama Kejahatan Perang Digelar, Tentara Rusia Minta Maaf pada Janda Ukraina - Foto 3
REUTERS

Ukraina menuduh Rusia melakukan kekejaman dan kebiadaban terhadap warga sipil selama invasi. Negara ini mengeklaim telah mengidentifikasi lebih dari 10 ribu dugaan kejahatan perang. Namun, Rusia membantah telah menargetkan warga sipil maupun terlibat dalam kejahatan perang.

Shishimarin dituduh melepaskan beberapa tembakan dengan senapan serbu ke kepala seorang warga sipil dari sebuah mobil setelah diperintahkan untuk melakukannya. Ditanya apakah ia wajib mengikuti perintah yang merupakan kejahatan perang, Shishimarin menjawab tidak.

"Saya meletuskan tembakan pendek, 3 atau 4 peluru. Saya dari Irkutsk Oblast (sebuah wilayah di Siberia), saya punya 2 saudara dan 2 saudari. Saya yang tertua," ujarnya.

Shishimarin terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah. []