News

Sidang Dakwaan Doni Salmanan, Jumlah Total Korban Investasi Quotex Capai Puluhan Miliar

Dalam sidang dakwaan tersebut, terungkap setidaknya 142 orang menjadi korban kasus penipuan investasi opsi biner Quotex yang dilakukan Doni.

Sidang Dakwaan Doni Salmanan, Jumlah Total Korban Investasi Quotex Capai Puluhan Miliar
Doni Salmanan (AKURAT.CO/Anisha Aprilia)

AKURAT.CO,Sidang dakwaan terhadap terdakwa Doni Salmanan digelar di Pengadilan Negeri Bandung pada Kamis (4/8/2022). Dalam sidang dakwaan tersebut, terungkap setidaknya 142 orang menjadi korban kasus penipuan investasi opsi biner Quotex yang dilakukan Doni.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Romlah mengatakan, akibat investasi opsi biner tersebut para korban mengalami kerugian dari jutaan hingga miliaran rupiah. Adapun berdasarkan kalkulasi, total jumlah kerugian dari para korban mencapai Rp24.366.695.782 atau Rp24,3 miliar.

“Akibat adanya berita bohong dan menyesatkan dari terdakwa tersebut, masyarakat yang tertarik menjadi konsumen untuk menggunakan jasa layanan Quotex,” ujar Jaksa.

baca juga:

Diterangkannya, terdakwa menjerat korbannya dengan cara mengajaknya melalui sejumlah video yang diunggah di akun YouTube dengan nama King Salmanan.

Dari unggahan YouTube itu, jaksa mengatakan Doni mencantumkan tautan agar para korban bisa mengikuti atau mendaftar untuk melakukan investasi di aplikasi Quotex. Menurut jaksa, ada empat video di akun tersebut yang mengandung berita bohong hingga menyesatkan masyarakat.

Jaksa mengatakan tujuan Doni membuat konten video itu untuk menaikkan jumlah pengikut di YouTube dan agar masyarakat merasa tertarik untuk mendaftar Quotex. Karena Doni pun mendapatkan keuntungan dari setiap orang yang melakukan pendaftaran dan mendepositkan uangnya di Quotex.

Setelah itu, menurut Jaksa, Doni membuat grup di aplikasi perpesanan Telegram untuk menghimpun para pengikutnya yang telah mendaftar aplikasi Quotex. Kemudian Doni, kata jaksa, menjelaskan cara-cara berinvestasi di aplikasi Quotex.

“Setelah uang para member telah didepositkan, kemudian para member mengikuti cara-cara bermain seperti yang diajarkan oleh terdakwa di grup, namun ketika mencoba bermain beberapa kali seluruh member tetap gagal dan lost sehingga mengalami kerugian,” kata dia.

Adapun Doni didakwa Pasal 45A ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, sebagaimana dakwaan kesatu. []

Lihat Sumber Artikel di Jabarnews.com Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Jabarnewscom. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Jabarnewscom.