News

Sidang Banding Korupsi 1MDB Mantan PM Malaysia Najib Razak Dimulai, Mengaku Tak Bersalah

Pengadilan Banding akan mulai menyidangkan permohonan Najib Razak untuk mencabut hukumannya atas tuduhan korupsi dalam kasus skandal 1MDB


Sidang Banding Korupsi 1MDB Mantan PM Malaysia Najib Razak Dimulai, Mengaku Tak Bersalah
Najib Razak (tengah) tiba di Pengadilan Banding Putrajaya, Malaysia, pada Senin (5/4) (Associated Press)

AKURAT.CO, Pengadilan Banding Malaysia pada Senin (5/4) akan mulai menyidangkan permohonan mantan Perdana Menteri Najib Razak untuk mencabut hukumannya atas tuduhan korupsi dalam kasus skandal miliaran dolar dana negara 1MDB.

Dilansir dari Reuters, Najib akan menghadapi sejumlah persidangan atas tuduhan USD 4,5 miliar yang dicuri dari 1 Malaysia Development Berhad (1MDB), dana negara yang ia dirikan bersama pada 2009. Pria yang terpilih pada Pemilu 2018 ini mengaku tidak bersalah atas semua dakwaan.

Tahun lalu, Najib dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dan denda USD 50 juta setelah divonis bersalah atas pelanggaran kriminal, penyalahgunaan kekuasaan, dan pencucian uang karena secara ilegal menerima sekitar USD 10 juta dari SRC International, bekas unit 1MDB.

Hukuman itu masih menunggu banding.

Pengacara pembela akan berdebat pada Senin (5/4) bahwa hakim telah keliru menolak bukti yang menunjukkan kalau Najib telah ditipu oleh pemodal Malaysia Jho Low. Sementara itu, pejabat 1MDB lainnya percaya bahwa dana di rekeningnya adalah sumbangan dari keluarga kerajaan Arab Saudi, menurut dokumen yang diserahkan ke pengadilan sebelum sidang.

"Najib tak mengetahui tentang 42 juta ringgit transaksi ke dalam rekeningnya atau mengetahui bahwa uang itu berasal dari rekening SRC," sebut dokumen yang dilihat Reuters.

Di sisi lain, Low yang keberadaannya belum diketahui membantah melakukan kesalahan.

Pengadilan telah menetapkan 12 hari persidangan banding pada tanggal 5-22 April. Menurut jaksa penuntut, lebih dari USD 1 miliar dana 1MDB masuk ke rekening pribadi Najib. Akibatnya, ia menghadapi total 42 dakwaan pidana.

Setidaknya 6 negara telah membuka penyelidikan atas 1MDB, dalam skandal yang menjangkau seluruh dunia yang telah melibatkan pejabat tingkat tinggi dan lembaga keuangan besar. Dalam beberapa bulan terakhir, Malaysia telah memulihkan lebih dari USD 3 miliar dari bank AS Goldman Sachs, firma audit Deloitte, dan grup perbankan Malaysia AmBank dalam kesepakatan terpisah untuk menyelesaikan klaim yang terkait dengan penyelidikan 1MDB.[]