News

Sidang Asabri, Saksi Sebut Dapat Perintah Bawa Bentjok Bertemu Sonny Widjaja

Kesaksian Setyo Joko Sentosa dalam persidangan kasus dugaan korupsi PT Asabri di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mengungkap fakta baru.


Sidang Asabri, Saksi Sebut Dapat Perintah Bawa Bentjok Bertemu Sonny Widjaja
Saksi sidang Asabri Setyo Joko Sentosa (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kesaksian Setyo Joko Sentosa dalam persidangan kasus dugaan korupsi PT Asabri di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mengungkap fakta baru. Setyo sendiri adalah pengusaha dari Jawa Tengah.

Dalam kesaksiannya, Setyo menyatakan dirinya pernah mendapat perintah dari Sekretaris Menkopolhukan kala itu Brigjen Rudianto menghadapkan Lukman Purnomosidi dan Benny Tjokrosaputro ke Sonny Widjaya, Direktur Utama Asabri saat itu.

Dan perintah itu menurut Setyo disampaikan secara lisan  kepada dirinya pada Mei 2016, tanpa Surat Perintah.

"Brigjen Rudianto memerintahkan saya secara lisan, mencari Lukman Purnomosidi dan Benny Tjokro, untuk dibawa menemui Sonny Widjaya,” kata Setyo saat memberikan kesaksiannya di depan majelis hakim yang dipimpin IG Purwanto, Jakarta, Kamis (21/10/2021).

Namun kepada Majelis Hakim, saksi Setyo mengaku tidak mengetahui secara teknis soal maksud dan tujuannya menghadapkan Lukman dan Benny ke Sonny Widjaya.

Dirinya hanya mendapat penjelasan secara umum dari Brigjen Rudianto, dan awalnya hanya diperintahkan untuk mencari kedua orang tersebut agar dibawa menemui Sonny Widjaya.

"Secara teknis saya tidak mengetahui permasalahannya. Yang mengetahui permasalahannya hanya Pak Sonny dan Pak Rudianto. Tugas saya hanya diperintahkan Brigjen Rudianto untuk menghadapkan Benny Tjokro dan Lukman Purnomosidi ke PT Asabri," ujar pria yang juga mengaku pemilik 7 perusahaan di Jawa Tengah.

“Berselang sekitar 2-3 bulan saya baru bisa menemukan saudara Benny Tjokro dan saudara Lukman Purnomosidi. Setelah diserahkan ke Asabri tugas saya selesai," ungkap saksi menjelaskan ke majelis hakim.

"Kemudian saya mendapat tugas ke-2 dari Polhukam untuk menindaklanjuti perihal 'MTN bodong' (PT Prima Jaringan milik Lukman Purnomosidi) dan PT Harvest Time (milik Bentjok) yang kerjasama pinjam meminjamnya tidak sesuai prosedur dengan Asabri,” lanjut Setyo.