News

Sibuk Tangani COVID-19, Anies Baswedan Cuekin Rencana Pembongkaran Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau merespons usulan pembokaran jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin.


Sibuk Tangani COVID-19, Anies Baswedan Cuekin Rencana Pembongkaran Jalur Khusus Sepeda di Sudirman
Potret Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat menjalankan tugas (Instagram/aniesbaswedan)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak merespons dan terkesan cuek dengan rencana pembongkaran jalur sepeda permanen sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Jalur sepeda itu baru dibuat oleh Anies pada awal tahun ini. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu beralasan, dirinya sedang fokus menangani pandemi COVID-19 yang kembali melonjak sehingga enggan memberikan tanggapan terkait rencana pembongkaran jalur sepeda.

"Kita semua sedang fokus masalah penanganan COVID-19," kata Anies di Balai Kota DKI ketika ditanya wartawan soal wacana pembongkaran jalur sepeda, Jumat (18/6/2021).

Orang nomor satu di Jakarta itu mengaku saat ini banyak warganya yang terpapar virus corona, sehingga perlu penanganan yang cepat dan fokus. Penularan harus segera dicegah agar kasus positif bisa ditekan serendah-rendahnya.  

"Begitu banyak saudara-saudara kita yang terpapar, kita semua fokus pada keselamatan," tuturnya.

Wacana pembongkaran jalur sepeda permanen yang membentang sepanjang 12 kilometer sebelumnya disetujui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendesak kepolisian untuk meninjau kembali jalur khusus sepeda yang dibangun Anies Baswedan. Menurut Sahroni, pembuatan jalur khusus justru akan menimbulkan diskriminasi para pengguna jalan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sudah memberikan pernyataan. Menurut Wagub, ide pembongkaran jalur sepeda itu akan dipelajari lebih dalam oleh jajaranya di Pemprov DKI.

"Permintaan dari Ahmad Sahroni, sahabat saya, nanti kita akan pelajari kembali, kita akan lihat kembali," kata Ariza.

Permintaan pembongkaran jalur sepeda yang menghabiskan anggaran Rp13 miliar itu, menjadi polemik setelah dipicu oleh keputusan Anies membagi jalur sepeda menjadi dua bagian.   

Sehingga, nantinya bakal ada dua jalur sepeda di Jalan Sudirman-Thamrin. Jalur sepeda permanen untuk pesepeda biasa, dan jalur lainnya khusus untuk road bike.

Namun, pembagian jalur dianggap berisiko menimbulkan konflik kecemburuan sosial antar pengguna jalan, sehingga diusulkan agar jalur sepeda yang sudah ada dibongkar. Dengan begitu, semua pengguna jalan bisa mengaspal dengan leluasa dengan tetap mentaati peraturan lalu lintas. 

"Semua kebijakan yang diambil tidak mungkin memuaskan semua pihak, tetapi kebijakan diambil untuk kepentingan banyak orang," ujar Ariza.[]