Tech

Siapkan Satu Super App, Kominfo Akan Hentikan 24.400 Aplikasi Pemerintah

Siapkan Satu Super App, Kominfo Akan Hentikan 24.400 Aplikasi Pemerintah
Ilustrasi - Aplikasi. (pixabay.com/edar)

AKURAT.CO, Saat ini, ada sebanyak 24.400 aplikasi pemerintah yang dijalankan masing-masing instansi. Yang mana bahkan setiap unitnya memiliki aplikasi yang berbeda. Keberadaan aplikasi ini pun dinilai tidak efektif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate. Ia menuturkan, pihaknya akan mematikan puluhan ribu aplikasi milik Pemerintah tersebut. 

Berkaitan dengan hal tersebut, Kominfo akan menyiapkan satu aplikasi super alias "super apps" yang dapat mencakup pelayanan publik di Indonesia.

baca juga:

Menurut Johnny, aplikasi pemerintah yang digunakan saat ini terlalu banyak, tidak efisien dan cenderung bekerja masing-masing.

Oleh karena itu, diperlukan super apps untuk memudahkan komunikasi lintas instansi agar terintegerasi dalam satu sistem yang sama.

"Jadi, super apps tersebut bertujuan mencegah duplikasi aplikasi-aplikasi sejenis dari berbagai kementerian atau lembaga. Oleh karena itu, perlu kerjasama dari setiap sektor pemerintahan untuk mewujudkan super apps yang handal dan terpadu," papar Johnny, dilansir dari laman resmi Kemkominfo, Rabu (13/7).

Ia juga menyampaikan, paling tidak hanya butuh 8 aplikasi yang terintegrasi dalam satu sistem yang sama.

Super apps ini juga bertujuan mencegah duplikasi aplikasi sejenis dari berbagai kementerian dan lembaga. Pihaknya juga tengah menyiapkan roadmap dari super apps pemerintah.

"Kita perlu menata ulang untuk menghasilkan satu super aplikasi Indonesia. Paling tidak, cukup hanya delapan aplikasi yang terintegrasi. Ini sedang kita siapkan dalam roadmap Kementerian Kominfo," kata Johnny.

Johnny juga meyakini peleburan 24.400 aplikasi pemerintah ini dapat menghemat anggaran negara hingga puluhan triliun. 

"Dari jumlah tersebut, pelan-pelan kita mulai shutdown dan pindahkan. Saya meyakini, efisiensinya akan lebih tinggi dari intervensi fiskal yang Ibu Sri Mulyani keluarkan saat ini. Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan, luar biasa untuk kita," jelas Johnny.

Disamping itu, pemerintah juga akan membangun empat pusat data berbasis cloud untuk mewujudkan efisiensi dalam pengelolaan pusat data.

"Pusat data yang pertama akan dibangun di dekat ibu kota negara saat ini, di Jabodetabek. Mudah-mudahan bulan depan bisa kita lakukan ground breaking sehingga bisa langsung digunakan di tahun 2024 nanti pada saat selesai dibangun," pungkas Johnny.