Lifestyle

Siapa Bilang Gemuk Itu Berarti Tidak Sehat? Ini Penjelasan Ahli

Seseorang yang gemuk belum tentu tidak sehat. Pasalnya, indeks massa tubuh tidak memberikan gambaran yang sangat baik tentang kesehatan seseorang.


Siapa Bilang Gemuk Itu Berarti Tidak Sehat? Ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi - gemuk bukan berarti tidak sehat (FREEPIK)

AKURAT.CO Tubuh yang sehat identik dengan berat badan ideal. Namun, sejumlah pakar kesehatan tidak setuju dengan pendapat tersebut. Pasalnya, indeks massa tubuh tidak memberikan gambaran yang sangat baik tentang kesehatan seseorang. Jadi, seseorang yang gemuk belum tentu tidak sehat. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal iScience, menunjukkan bahwa kesehatan dan umur panjang secara keseluruhan tidak dapat diprediksi dengan angka di timbangan. Alih-alih berat badan, olahraga atau aktivitas fisik jauh lebih berpengaruh dalam hal kesehatan jantung dan umur panjang. 

"Kami ingin orang-orang tahu bahwa gemuk pun bisa menjadi bugar, dan bahwa tubuh yang bugar dan sehat datang dalam berbagai bentuk dan ukuran," kata peneliti studi Glenn Gaesser, dari College of Health Solutions di Arizona State University, dalam sebuah pernyataan, dikutip AKURAT.CO pada Kamis (28/10/2021). 

Jadi, terlalu fokus pada penurunan berat badan tidak tepat sasaran. Faktanya, orang yang dianggap obesitas mungkin memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah daripada mereka yang memiliki berat badan normal tetapi tidak dalam kondisi yang baik, menurut penelitian tersebut.

Dalam istilah medis, konsep "bugar dan gemuk" sering disebut sebagai obesitas yang sehat secara metabolik, atau MHO. Jadi, kamu bisa kelebihan berat badan berdasarkan BMI, tetapi tidak memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol.

Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang yang kelebihan berat badan tidak lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung atau stroke dibandingkan mereka yang tidak. Tetapi orang-orang yang memiliki tingkat aktivitas rendah, meskipun tidak semua penelitian tentang topik tersebut mencapai kesimpulan yang sama.

Meningkatkan aktivitas tidak harus berarti berlari jauh atau mengangkat beban. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan bahwa orang dewasa membutuhkan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, serta setidaknya dua hari seminggu aktivitas penguatan otot. 

"Penting juga untuk dicatat bahwa tipe tubuh yang berbeda merespons secara berbeda terhadap jenis latihan tertentu," Hemalee Patel, seorang dokter di praktik perawatan primer One Medical.

Mengalihkan fokus dari angka pada timbangan ke konsumsi makanan sehat dan rutin melakukan aktivitas fisik bisa sangat membantu dalam meminimalkan stigma berat badan, yang dapat berdampak besar pada kesehatan mental orang.  Dan kesehatan mental, tentu saja, sama pentingnya dengan kesehatan fisik secara keseluruhan.

“Kami tidak selalu menentang penurunan berat badan. Kami hanya berpikir bahwa itu seharusnya tidak menjadi kriteria utama untuk menilai keberhasilan program intervensi gaya hidup," tukas Gaesser.