News

Siap-siap! Tamu yang Masuk Gedung DPR Bakal Diperiksa Pakai GeNose Karya Anak Bangsa

DPR RI menerima hibah empat mesin alat deteksi dini Covid-19 GeNose C19 dari tim peneliti Universitas Gajah Mada (UGM).


Siap-siap! Tamu yang Masuk Gedung DPR Bakal Diperiksa Pakai GeNose Karya Anak Bangsa
Gedung DPR/MPR (pemilihindonesia)

AKURAT.CO, DPR RI telah menerima hibah empat mesin alat deteksi dini Covid-19 GeNose C19 dari tim peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) pada 6 Agustus 2021 lalu.

Alat pendeteksi Covid-19 ini nantinya akan dipergunakan untuk memeriksa tamu yang memasuki Kompleks Parlemen.

"Jadi alat ini nanti akan kami gunakan tentu untuk kepentingan-kepentingan yang sifatnya segera," ujar Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar sebagaimana keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Lebih lanjut, Indra menjelaskan, setiap tamu akan diperiksa menggunakan GeNose jika tidak membawa hasil tes PCR-antigen. Sehingga diharapkan langkah ini bisa memastikan tamu-tamu itu clear dari virus Corona.

"Misalnya ada tamu-tamu pimpinan dewan, komisi dan sebagainya yang sifatnya segera yang mereka belum punya swab antigen atau PCR atau sudah expired,” sambungnya.

Indra menyebut hibah GeNose dari UGM menjadi satu kehormatan bagi DPR RI. Terlebih ini adalah hasil karya putra bangsa.

Dia berharap, kegunaan GeNose akan sangat membantu tugas dari Setjen DPR RI dalam menjaga protokol kesehatan bagi berbagai aktivitas Dewan, khususnya di DPR pada saat masa sidang.

“Saya kira ini apresiasi kami bagi UGM yang membantu dan peduli terhadap aktivitas kedewanan yang memang sangat tinggi sekali pada masa sidang apalagi di masa pandemi ini, jadi protokol kesehatan ini sangat penting untuk terus kita tegakkan,” katanya.

Kemudian, Indra akan segera melaporkan kepada Pimpinan DPR untuk penggunaan GeNose. Karena dirinya yakin, GeNose ini akan banyak membantu aktivitas Dewan di masa pandemi ini.

“Sesegera mungkin ini bisa kami gunakan, nanti setelah kami laporkan kepada Pimpinan Dewan," pungkasnya.

Diketahui, GeNose mendeteksi udara yang dihembuskan pasien ke dalam kantung khusus. Setelah itu, kantung dihubungkan ke GeNose untuk dianalisis oleh Artificial intelligence (AI).

Output dari analisis GeNose adalah respon sensor dari senyawa volatile organic compounds (VOC) yang dihasilkan oleh virus yang menginfeksi tubuh manusia. Dengan metode sederhana Multi Layer Perceptron (MLP) dan Support Vector Machine (SVM) menunjukkan bahwa akurasi GeNose memiliki sensitivitas 92 persen dan spesifisitas 95 persen.

Alat hasil karya ahli Universitas Gadjah Mada (UGM) itu bisa mengeluarkan hasil dalam 2 menit. Per unitnya alat atau mesin inti GoNose akan dijual Rp62 juta sudah termasuk TOT, after sales service, dan PPN.[]