Ekonomi

Siap-siap Tagihan Melonjak,Mulai Akhir Juli Diskon Listrik Tak Lagi Diperpanjang!

Bantuan subsidi listrik bakal  berakhir usai kuartal II atau terakhir diperpanjang sampai Juni 2021.


Siap-siap Tagihan Melonjak,Mulai Akhir Juli Diskon Listrik Tak Lagi Diperpanjang!
Petugas menekan tombol pengisian token jaringan listrik yang bersubsisdi di rumah susun Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/11). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero) sedang menggodok penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik rumah tangga non-subsidi. Penyederhanaan tidak berlaku bagi pelanggan rumah tangga penerima subsidi. Golongan 450 VA dengan pelanggan sebanyak 23 juta rumah tangga dan golongan 900 VA dengan pelanggan 6,5 juta rumah tangg (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Mulai Juli Pemerintah tak melanjutkan subsidi listrik untuk golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi. Seperti diketahui, subsidi listrik sebelumnya diberikan sebagai bantuan untuk keluarga Rumah Tangga Miskin (RTM) yang terdampak Covid-19.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan bantuan bakal berakhir usai kuartal II atau terakhir diperpanjang sampai Juni 2021.

" Tahun ini bertahap triwulan I diberikan sesuai yang diberikan tahun 2020. Kemudian triwulan II diberikan hanya 50%, dan triwulan berikutnya menjadi tidak sama sekali," katanya dalam konferensi pers, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan bahwa pelanggan 450 VA dan 900 VA bersubsidi.yang sebelumnya memenuhi kriteria, maka mulai akhir kuartal II 2021 bakal tak ditanggung lagi.

Untuk itu, tagihan setelah Juli 2021 bakal kembali normal.

Seperti diketahui, stimulus diskon listrik diberikan semenjak April 2020 untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi virus Corona (Covid-19). 

Pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan. Jumlah pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan. 

Selain itu, pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan 900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon tarif sebesar 50%.

Sekadar informasi, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi listrik dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 naik menjadi Rp61,83 triliun dari sebelumnya dalam APBN 2021 sebesar Rp59,26 triliun.