Ekonomi

Siap-siap! Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Hanya 3,5-4,5 Persen

Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sekitar 3,5 sampai 4,5 persen year on year pada kuartal III 2021.


Siap-siap! Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Hanya 3,5-4,5 Persen
Warga berswa foto dengan latar belakang gedung-gedung tinggi Jakarta, Senin (30/12/2019).  Jelang pergantian tahun Indonesia menghadapi tantangan berat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5,2% tahun depan. Pasalnya, kondisi perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian dan dinilai belum menunjukan arah yang lebih positif. Ketidakpastian perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok, menyebabkan ekspor melemah. Indonesia, lanjutnya, bisa saja mendorong ekspor. Namun, hal itu tergantun (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sekitar 3,5 sampai 4,5 persen year on year pada kuartal III 2021.

"Pertumbuhan ekonomi relatif positif dipengaruhi oleh low base effect dan pengendalian COVID-19 yang semakin baik. Low base effect terjadi ketika ekonomi mengalami pemulihan dari basis perbandingan tahun sebelumnya (kuartal III 2020) yang sangat rendah atau minus 3,49 persen," kata Bhima kepada Antara di Jakarta, Selasa (12/10/2021).

Ia menerangkan bahwa mobilitas masyarakat yang membaik mulai akhir kuartal III 2021 atau bulan September 2021 turut menopang belanja masyarakat. Karena itu, konsumsi rumah tangga pun mulai rebound disusul oleh produksi industri manufaktur yang tercatat memasuki fase ekspansi.

"PMI Manufaktur per September 2021 mencapai 52,2 atau berada di atas level 50. Produsen mulai berekspektasi pemulihan permintaan domestik cukup solid hingga akhir tahun," kata Bhima dilansir dari Antara.

Apalagi menjelang perayaan natal dan tahun baru 2020, Bhima memprediksi masyarakat akan semakin banyak melakukan belanja dan wisata ke depan sehingga konsumsi masyarakat diperkirakan akan terus membaik.

Sementara itu, secara global, booming komoditas yang masih berlangsung pada kuartal III 2021 cukup membantu pemulihan sektor perkebunan maupun pertambangan.

"Kinerja ekspor masih bisa bertahan positif dengan surplus perdagangan yang menakjubkan yakni 4,7 miliar dolar AS per Agustus 2021 lalu. Tren pembukaan kembali aktivitas ekonomi pasca COVID-19 membuat komoditas Indonesia diperebutkan oleh banyak negara," ucapnya.[]