Ekonomi

Siap-siap, Kartu Pra Kerja Akan Dirilis April 2020 Mendatang


Siap-siap, Kartu Pra Kerja Akan Dirilis April 2020 Mendatang
Menurut Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebutkan bahwasanya peluncuran program kartu pra kerja ini nantinya akan diluncurkan bulan April 2020 mendatang, Kemungkinan April nanti baru bisa diluncurkan, saat ini kita lagi godok kesiapannya, perpres (Peraturan Presiden) turun bentuk PMO (Project Management Office) tinggal direalisasikan saja abis itu, (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Pemerintah saat ini sedang menggodok pelaksanaan program kartu Pra Kerja sebagai upaya untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan  peluncuran program kartu Pra Kerja ini nantinya akan diluncurkan bulan April 2020 mendatang.

"Kemungkinan April nanti baru bisa diluncurkan, saat ini kita lagi godok kesiapannya, Perpres (Peraturan Presiden) turun bentuk PMO (Project Management Office) tinggal direalisasikan saja abis itu," ucapnya ketika ditemui pasca Diskusi Program kartu Pra Kerja di Gedung CSIS, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Nantinya, pada dua hingga tiga bulan pertama, pemerintah akan mengujicobakan pelaksanaan program kartu prakerja di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Jawa Barat.

Adapun kawasan metropolitan dipilih lantaran jumlah pengangguran di wilayah ini tergolong cukup tinggi. Selain itu, kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan juga terhitung lebih besar.

"Berkembangnya memang di Jabodetabek dan Jawa Barat dahulu.  Jika sudah selesai, semua sudah terbenahi baru akan kita terapkan secara masif di daerah lain," imbuhnya.

Terkait dengan seleksi akan difokuskan pada lembaga pemberi kursus atau balai latihan kerja (BLK).

"Jadi kami bersama Kementerian Ketenagakerjaan sudah melakukan seleksi dan verifikasi terhadap BLK yang akan menjadi mitra. Nah nantinya, lembaga pelatihan dan BLK akan melakukan seleksi kepada para peserta atau calon pekerja yang akan mengikuti kursus," jelasnya.

Untuk diketahui, anggaran untuk kartu prakerja sepenuhnya akan berada di Kementerian Keuangan dengan total dana APBN 2020 senilai Rp10 triliun.

Beberapa waktu lalu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengatakan kartu Pra-Kerja akan diberikan kepada para pengantin baru yang masuk kategori miskin.

"Kartu Pra-Kerja juga akan menyasar buruh yang terkena pemotongan hak kerja (PHK) dan para pencari kerja, lalu nantinya para pekerja yang membutuhkan upskilling juga dapat, dana tersebut akan digunakan untuk membayar mitra BLK dan kursus yang akan dilaksanakan oleh calon pekerja," ujarnya.[]