News

Siap ke Bulan, NASA Persiapkan Tes Akhir Megaroket SLS untuk Misi Artemis I

Siap ke Bulan, NASA Persiapkan Tes Akhir Megaroket SLS untuk Misi Artemis I


Siap ke Bulan, NASA Persiapkan Tes Akhir Megaroket SLS untuk Misi Artemis I
Foto menunjukkan pesawat ruang angkasa Orion NASA ditumpuk di atas roket SLS di dalam Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida pada bulan November (Joe Marino/UPI )

AKURAT.CO, NASA tengah bersiap untuk melakukan tes akhir pada megaroketnya yang dinamai Space Launch System (SLS). Roket ini nantinya bakal jadi wahana antariksa NASA untuk misi Artemis I ke Bulan. 

Seperti diwartakan UPI, persiapan untuk tes akhir SLS dilakukan di landasan peluncuran Kennedy Space Center pada bulan Februari. Ini sekaligus menjadi pembuka jalan bagi peluncuran ke Bulan seawal-awalnya pada akhir Maret mendatang.

Memiliki tinggi hingga 322 kaki (98 meter), roket SLS NASA untuk misi Artemis I menjadi salah satu yang terbesar sejak roket Saturn V, yang terakhir diluncurkan pada tahun 1972.

baca juga:

Artemis I menjadi misi Bulan pertama NASA dalam beberapa dekade terakhir, dan peluncuran ini diharapkan bisa membantu mereka untuk memahami kerja roket raksasa baru dan kapsul kru Orionnya.

"Kami sekarang sedang melihat bagian akhir dari peluncuran untuk Maret. Periode peluncuran itu berakhir pada 27 Maret dan yang berikutnya dibuka pada 8 April," kata Jim Free, administrator asosiasi NASA untuk pengembangan sistem eksplorasi, mengatakan dalam pertemuan Dewan Penasihat NASA yang berakhir Rabu (19/1).

Rencana NASA untuk ke Bulan termasuk misi Artemis II, dijadwalkan akan berangkat pada tahun 2024. Menurut agenda NASA, Artemis II nantinya akan membawa empat astronot, yang kemudian diharapkan akan mengorbit Bulan.

Lalu untuk misi Artemis III, targetnya adalah pada tahun 2025. Melalui Artemis III, NASA berharap bisa mengulangi sejarah antariksa Barat, di mana mereka akan mendaratkan orang Amerika di Bulan untuk pertama kalinya sejak misi Apollo. Sementara diketahui, dalam misi Artemis I, NASA hanya akan meluncurkan misi tak berawaknya ke Bulan.

Sudah bertahun-tahun lalu, NASA sebenarnya ingin meluncurkan roketnya untuk misi Artemis I ke Bulan. NASA juga sempat memiliki target peluncuran pada akhir tahun 2021. Banyak masalah penundaan yang dihadapi NASA dan salah satunya adalah gangguan pekerjaan karena pandemi Covid-19.

Pada bulan November, para insinyur memutuskan untuk mengganti pengontrol mesin yang rusak, yang mendorong rencana peluncuran mundur sampai Tahun Baru. Badan antariksa itu AS itu juga harus melakukan beberapa tes akhir sebelum mengunci tanggal untuk latihan penuh peluncuran di landasan. 

"Kami dalam konfigurasi yang baik ... dan kemudian kami akan memiliki kepercayaan diri yang baik untuk memberi alasan untuk meluncurkan roket ini untuk 'wet dress rehearsal'," ungkap Amit Kshatriya, asisten wakil administrator asosiasi untuk pengembangan sistem eksplorasi, mengatakan selama pertemuan dewan.  

Kshatriya memberi istilah wet dress rehearsal (latihan pakaian basah) untuk merujuk pada latihan peluncuran di mana mesin roket tidak dinyalakan).  Disebut 'wet' (basah) karena komponen propelan cair (seperti oksigen cair, hidrogen cair, dan sebagainya) dimuat ke dalam roket selama pengujian. 

Kshatriya kemudian menjelaskan bahwa sebagai contoh dari latihan itu, para insinyur dan teknisi telah menguji komunikasi antara komputer penerbangan dan sistem tahap inti lainnya. Mereka juga dikatakan telah mengoperasikan mesin seperti yang mereka lakukan selama penerbangan untuk mengarahkan roket.

Wet dress rehearsal yang akan datang mencakup pengisian penuh roket. Ini akan menandai pertama kalinya SLS dan Orion dipindahkan ke landasan peluncuran, atau sekitar 4 mil dari gedung perakitan kendaraan luar anngkasa, Vehicle Assembly Building (VAB). []