News

Siaga! India Laporkan Kasus Pertama Kematian Flu Burung, Korban Anak 11 Tahun

Sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan, anak tersebut dilaporkan menderita gejala seperti demam, batuk, coryza, hingga kesulitan bernapas.


Siaga! India Laporkan Kasus Pertama Kematian Flu Burung, Korban Anak 11 Tahun
Dalam gambar ini, ayam dimasukkan di dalam truk di pasar unggas di Mumbai, India, 1 Juni 2015 (Reuters/Danish Siddiqui/Files)

AKURAT.CO India baru saja melaporkan kasus infeksi dan kematian pertama manusia akibat flu burung.

Mengutip Bloomberg hingga The Daily Star, pasien adalah seorang anak lelaki berusia 11 tahun yang meninggal di All India Institute of Medical Sciences (AIIMS) di Delhi. 

Menurut media lokal, bocah itu terinfeksi virus flu burung jenis H5N1. Sementara diketahui, virus H5N1 tidak mudah menginfeksi manusia, tetapi konsekuensinya bagi kesehatan masyarakat bisa sangat serius jika mudah menular dari orang ke orang. Infeksi pada manusia dapat menyebabkan penyakit yang parah dan memiliki tingkat kematian yang tinggi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hingga kini belum jelas bagaimana bocah tersebut bisa terinfeksi H5N1. Namun, sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan, anak tersebut dilaporkan menderita gejala seperti demam, batuk, coryza, hingga kesulitan bernapas.

Anak lelaki  yang berasal dari negara bagian Haryana itu kemudian dirawat di AIIMS pada 2 Juli. Sampelnya dinyatakan negatif COVID-19, tetapi positif flu burung. Dia menderita disfungsi multi-organ dan akhirnya meninggal pada 12 Juli, kata kementerian kesehatan India.

Karena kasus tersebut, pihak berwenang langsung memantau tim dokter dan para perawat yang mengurusi pasien. Mereka pun diawasi sejak 16 Juli lalu, dan hingga kini mereka belum melaporkan gejala apa pun. 

Hal yang sama juga terjadi saat pihak berwenang melacak seluruh kontak dekat pasien, termasuk keluarga. Namun, sama seperti para tenaga medis yang merawat, kontak dekat ini tidak memiliki gejala apa pun. Begitu juga dengan lokasi di mana anak tersebut tinggal, tak ada satu pun yang bergejala.

Dinas Peternakan setempat juga belum menemukan adanya kasus dugaan flu burung lain di daerah tersebut. Namun, untuk tindakan pencegahan,  mereka telah meningkatkan pengawasan dalam radius 10 km. 

Institut Virologi Nasional di Pune juga telah mengonfirmasi infeksi dan sekuensing seluruh genom, dan isolasi virus sedang dalam proses.

Kendati demikian, Direktur AIIMS Randeep Guleria mengimbau masyarakat agar tidak perlu panik. Ini terutama karena penularan H5N1 dari manusia ke manusia 'sangat jarang' terjadi. H5N1 biasanya ditularkan ke unggas melalui burung yang bermigrasi, katanya.

Baca Juga: Berpotensi Mematikan, Kasus Penularan Flu Burung H5N6 pada Manusia Ditemukan di China

Kasus flu juga sempat mewabah di India pada awal tahun ini. Namun, virus tersebut menjangkiti unggas. Beberapa infeksi berasal dari strain yang berbeda, termasuk H5N8. Saat itu, ada setidaknya empat negara bagian India mengalami dampaknya. Antara lain Maharashtra, Madhya Pradesh, Chhattisgarh, dan Haryana. Karena gelombang kasus flu burung itulah, keempat negara bagian tersebut memusnahkan ribuan burung liar dan puluhan ribu unggas ternak.[]