Lifestyle

Si Kecil Sulit Minum ASI Maupun Sufor, Coba Tips Berikut Ini

Selama enam bulan pertama kehidupannya, air susu ibu (ASI) atau susu formula (bisa juga keduanya) harus menjadi sumber nutrisi utama untuk Si Kecil.


Si Kecil Sulit Minum ASI Maupun Sufor, Coba Tips Berikut Ini
Ilustrasi - Bayi tidak mau menyusu dan minum susu formula (Unsplash/Hollie Santos)

AKURAT.CO, Bayi umumnya tidak menyusu terlalu banyak dalam 24-48 jam pertama kehidupannya. Namun, mulai hari ke dua hingga tiga hari, bayi harus menjadi jauh lebih terjaga dan menyusu lebih sering (tetapi mungkin tidak teratur) setidaknya enam hingga delapan kali dalam 24 jam.

Selama enam bulan pertama kehidupannya, air susu ibu (ASI) atau susu formula (bisa juga keduanya) harus menjadi sumber nutrisi utama untuk Si Kecil. Namun, bagaimana jika Si Kecil tak mau menyusu atau minum susu formula?

Ada beragam alasan bayi menolak menyusu, atau minum ASI perah atau susu formula dari botol. Infeksi di telinga bayi memang bisa menjadi salah satu penyebab. Namun, masih banyak penyebab lainnya, diantaranya: 

  • ASI keluarnya tidak lancar (alirannya terlalu lambat) atau terlalu cepat hingga bayi mudah tersedak.
  • Bayi tidak menyukai dot, seperti lubang pada dot bayi terlalu besar atau kecil.
  • Kondisi menyusui tidak nyaman (perlekatan kurang baik, ruangan terlalu terang, terlalu berisik, terlalu banyak distraksi).
  • Bayi sedang tumbuh gigi.
  • Bayi sedang sakit, seperti batuk pilek, infeksi tuberkulosis, dan lain-lain.
  • Adanya jamur di mulut bayi.

Beberapa cara yang bisa Bunda terapkan saat Si Kecil menolak menyusu, minum ASIP maupun susu formula, dilansir AKURAT.CO dari berbagai sumber, Selasa, (16/11/2021): 

  • Pastikan mulut bayi menempel ke payudara dengan cara dan posisi yang benar.
  • Coba perah ASI ke mulut bayi untuk mendorongnya mau menyusu. Jangan memaksa, hentikan bila bayi terus menolak. Coba lagi nanti. 
  • Coba berikan ASI atau susu formula pada saat Si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda lapar, seperti ingin tidur, mengepal tangan, mengisap tangan dan gerakan tubuh secara mendadak.
  • Ganti botol susu bayi, dan pilih lubang pada dot yang sesuai dengan kemampuan bayi mengisap. 
  • Berikan ASI atau susu formula pada ruangan yang nyaman. Atur suhu ruangan menjadi sekitar 18 derajat Celcius. 
  • Pencahayaan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Berikan susu di tempat yang gelap atau remang-remang.
  • Berikan Si Kecil ASI atau susu formula di tempat yang tenang. Hindari kebisingan seperti  suara televisi atau gangguan suara-suara berisik.

Apabila Si kecil tidak mau menyusu atau minum susu dalam waktu lama, kondisi ini bisa menyebabkan anak mengalami kekurangan nutrisi. Jangan beri Si Kecil air putih maupun makanan padat pendamping ASI (MPASI). 

Makanan padat hanya boleh diberikan ketika Si Kecil dapat menahan kepalanya dengan stabil, dan dapat duduk tegak di kursi tinggi. Ini sangat penting  Si Kecil dapat menelan dengan baik dan menghindari tersedak. 

Melansir dari Mayo Clinic, pada usia 4 bulan hingga 6 bulan, kebanyakan bayi sudah siap untuk mulai makan makanan padat sebagai pelengkap ASI atau susu formula. Selama waktu ini bayi biasanya berhenti menggunakan lidahnya untuk mendorong makanan keluar dari mulutnya dan mulai mengembangkan koordinasi untuk memindahkan makanan padat dari depan mulut ke belakang untuk ditelan.

Akan tetapi, kondisi setiap bayi berbeda-beda. Maka, Bunda wajib memastikan Si Kecil benar-benar siap menerima MPASI. Ada baiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Ingat, MPASI yang terlalu dini bisa menyebabkan gangguan lambung, usus, hingga kehilangan nyawa.

Bun, ASI atau susu formula adalah sumber nutrisi utama bayi selama enam bulan pertama. Jadi, pada saat terjadi kendala, jangan ragu untuk langsung konsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi yang memiliki spesialisasi di menyusui. Dokter akan mencari tahu penyebab bayi tidak mau menyusu atau minum susu formula dalam waktu lama.[]