Tech

Shopee Gagas Fitur Donasi Mudah dan Transparan


Shopee Gagas Fitur Donasi Mudah dan Transparan
Rezky Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia di Jakarta, Jumat (24/9). (AKURAT.CO/Vidyandini Agivonia)

AKURAT.CO Shopee baru saja meluncurkan kampanye "Shopee Bersama Lombok". Kampanye ini bekerjasama dengan tiga lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap, Rumah Zakat dan Dompet Dhuafa. Kerjasama ini mengajak para pengguna Shopee berdonasi memberikan bantuan jangka panjang kepada korban gempa di Lombok.

Program ini berlangsung mulai 24 September hingga 28 Oktober 2018. Program ini berangkat dari masih belum adanya fitur yang berdiri sendiri dalam sebuah e-commerce. Pengguna masih harus memasukkan profil lembaga terkait di kolom pencarian, lalu melakukan donasi dengan varian paket.

"Sebenernya sebelum (kampanye) ini memang kita sedang merencanakan sesuatu fitur sih yang berhubungan dengan anak dan entrepreneurship. Tapi pas kita planning pas banget ada ini. Jadi, kita fokus dulu ke sini," kata kata Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee Indonesia saaf konferensi pers di Senopati, Jakarta, Senin (24/9).

baca juga:

Kelak, lanjutnya, Shopee tak hanya sebagai tempat jual beli. Pengguna juga dapat berdonasi dengan mudah dan transparan.

"Saat ini Shopee ingin bisa sebagai tempat berdonasi juga, tapi mau enggak mau masih momentum based-nya seperti Ramadan, Qurban dan gempa Lombok seperti ini," katanya.

Pengguna Shopee dapat memilih paket donasi dari tiap-tiap lembaga yang sudah ada nama. Rentang nominal donasinya mulai dari Rp75 hingga 150 ribu.

"Kalau untuk transaksi yang sifatnya donasi ukurannya memang segitu. Dulu, pas waktu Ramadan, kita juga pernah buka paket donasi Rp10 ribu. Itu untuk buka puasa bersama. Cuma memang kita naikkan untuk gempa Lombok ini karena sudah kejadian dan yang diperlukan memang segitu," terangnya.

Nilai donasi dipatok sedemikian rupa karena adanya kesepakatan dari lembaga kemanusiaan yang menjadi partner. Hal ini guna memudahkan pengguna menujukan donasi untuk apa. Sedangkan, pihak kelembagaan pun dapat memantaumya secara transparan.

"Itu kita mudahkan aja ya karena kita kerjasama dengan partner yang sudah punya paketnya. Kalau kita open (nominal donasi) ke pengguna, kita pengen pengguna itu tahu donasinya ditujukan untuk apa dan dari lembaga pun tahu jumlah total donasi untuk per paketnya. Misalnya, untuk sekolah sudah sekian ratus juta," jelas Rezky.