Olahraga

Shin Tae-yong: Tak Masuk Akal Hentikan Naturalisasi Jordi Amat karena Main di Malaysia

Shin Tae-yong memutuskan tetap melanjutkan proses naturalisasi Jordi Amat.


Shin Tae-yong: Tak Masuk Akal Hentikan Naturalisasi Jordi Amat karena Main di Malaysia
Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Jordi Amat bergabung dengan Johor Darul Takzim (Malaysia). (Instagram.com/jordiamat5)

AKURAT.CO, Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong membeberkan alasan keputusannya untuk tetap melanjutkan proses naturalisasi Jordi Amat. Menurutnya, hal tersebut tidak ada hubungannya dengan keputusan sang pemain berkarier di Malaysia.

Jordi Amat memang baru saja memutuskan masa depannya setelah kontraknya dengan klub Belgia, KAS Eupen habis. Ia memilih bergabung dengan Johor Darul Takzim, klub asal Malaysia.

Keputusan Jordi tersebut menuai pro dan kontra. Bahkan, tak sedikit yang kecewa karena pemain asal Spanyol itu hengkang ke Malaysia, bukan tetap di Eropa.

baca juga:

Mengetahui situasi itu, Shin Tae-yong enggan terpengaruh sama sekali. Keputusannya sudah bulat untuk meminta PSSI melanjutkan proses alih warga negara Jordi Amat agar bisa segera membela Timnas Indonesia di masa yang akan datang.

"Sebenarnya dari segi pelatih, sebenernya pengen pilih tetap (lanjut) karena sudah terbukti kemampuan individu dari seorang Jordi Amat," kata Shin Tae-yong ketika ditemui di Lapangan 202 Tajimalela, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (5/7).

"Tidak masuk akal juga dia sudah mengorbankan diri unntuk timnas Indonesia, tapi karena main di Malaysia, tidak dilanjutkan. Itu tidak benar menurut saya."

Banyak yang khawatir bahwa performa Jordi Amat bakal menurun karena kualitas Liga Malaysia tidak sebergengsi dan sebesar kompetisi-kompetisi Eropa. Terkait hal itu, Shin Tae-yong justru sama sekali tidak meragukannya.

"Tidak (khawatir), karena saya percaya dengan kemampuan si pemain Jordi Amat," jelas Shin Tae-yong.

Keinginan Shin Tae-yong untuk meneruskan proses naturalisasi Jordi Amat sendiri sebelumnya sudah diberitahukan oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.

“Ya STY menulis surat pada tanggal 30 Juni 2022. Intinya proses naturalisasi diminta dilanjutkan. Kami sebagai federasi dan tentu arahan dari ketua umum akan melanjutkan. Karena naturalisasi tiga pemain senior termasuk Jordi adalah keinginan STY,” kata Yunus Nusi.

“PSSI akan mendukung semua keinginan pelatih termasuk melakukan pemusatan latihan di mana pun,” tambah pria yang juga mantan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalimantan Timur itu.[]