Olahraga

Petik Kemenangan Ketujuh Lawan Ginting, Shi Yu Qi: Mungkin Dia Capek

Petik Kemenangan Ketujuh Lawan Ginting, Shi Yu Qi: Mungkin Dia Capek
Pebulutangkis tunggal putra China, Shi Yu Qi, dalam sesi wawancara usai laga melawan Anthony Sinisuka Ginting di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (26/1). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Pebulutangkis China, Shi Yu Qi, mengubur misi Anthony Sinisuka Ginting kembali menjuarai Indonesia Masters 2023. Pemain berusia 26 tahun asal China tersebut sukses menyingkirkan andalan tuan rumah pada babak kedua, Kamis (26/1).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Yu Qi mampu menunjukkan penampilan cukup luar biasa. Juara Indonesia Masters 2016 itu menang dalam duel straight gim dengan skor 19-21 dan 16-21.

Bagi Yu Qi, kemenangan ini berarti revans atas Ginting setelah ia kalah di bentrokan terakhirnya di Kejuaraan Dunia 2022. Di sisi lain, hasil ini juga sekaligus jadi kemenangan ketujuhnya atas Ginting dari total delapan pertemuan.

baca juga:

Meski mendominasi atas Ginting, Shi Yu Qi menolak mengatakan bahwa dirinya lebih baik dari pebulutangkis nomor dua dunia tersebut. Menurutnya, setiap kemenangan yang diraih tergantung situasi dan kondisi dalam yang ada.

"Kalau dibilang yang lebih baik siapa saya tidak bisa jawab karena setiap pertandingan itu beda-beda," ujar Yu Qi usai bertanding di Istora GBK, Kamis (26/1).

"Maksudnya kondisi fisik atau mental pasti beda di setiap pertandingan. Mungkin di pertandingan ini Ginting lebih capek saja atau gimana."

Selain itu, Yu Qi juga menilai bahwa Ginting adalah lawan yang kerap menyulitkan dirinya.

"Ginting itu salah satu lawan yang cukup sulit dan bukan cuma Ginting saja, tapi semua pemain Indonesia. Tunggal putra semuanya juga atlet-atlet yang cukup kuat, cukup sulit dilawannya, tapi saya cuma memberikan yang terbaik saja," katanya.

Sementara itu, Ginting tak menampik bahwa kelelahan menjadi salah satu faktor di balik kekalahan dari Yu Qi. Namun, pebulutangkis asal Cimahi, Jawa Barat, itu enggan menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

"Tidak bisa dibohongi pasti ada faktor itu karena di minggu ketiga. Tapi tidak bisa jadi alasan juga karena Shi Yu Qi juga sama-sama dari Malaysia, India dan sekarang Indonesia," terang Ginting.

"Pasti ada faktor itu (kelelahan), tapi memang tidak terlalu fokus ke arah situ, saya lebih bagaimana mengatur kendala dengan baik di lapangan."

Menurut Ginting, dia kalah karena terjebak oleh permainan lawan. Sehingga kesulitan untuk mengembangkan pola permainan sendiri 

"Pertandingan ini memang ketat dari awal sampai akhir, mungkin Shi Yu Qi di poin-poin terakhir, 15 ke atas dia lebih inisiatif dan agresif," ucapnya.

"Sayangnya saya terlalu masuk ke pola permainan dia, dari situ dia banyak dapat poin. Sebenarnya sudah antisipasi tapi dari akurasi dia di terakhir-terakhir ke pojok lapangan. So far cukup happy sama performa di Indonesia Masters ini."[]