News

Shanghai Sukses Pertahankan Nol Covid 5 Hari, Warga Boleh Belanja di Pasar Swalayan

Tiket masuk dibagikan untuk 1 orang dari setiap rumah tangga untuk berbelanja hingga 500 yuan (Rp1 juta) di toko selama 40 menit.


Shanghai Sukses Pertahankan Nol Covid 5 Hari, Warga Boleh Belanja di Pasar Swalayan
Sebagian warga Shanghai boleh berbelanja ke pasar swalayan pada Kamis (19/5). (REUTERS)

AKURAT.CO Semakin banyak warga Shanghai diperbolehkan pergi berbelanja bahan pangan untuk pertama kalinya dalam 2 bulan pada Kamis (19/5). Otoritas pun menetapkan lebih banyak rencana untuk mencabut lockdown Covid-19 di seluruh kota.

Dilansir dari Reuters, pusat komersial berpenduduk 25 juta jiwa ini mencatat tak ada infeksi baru di luar area karantina selama 5 hari berturut-turut. Capaian tersebut semakin memperkuat status 'nol Covid' setiap hari.

Namun, otoritas tetap waspada terhadap bahaya lonjakan ulang. Untuk itu, pemerintah kota membuka kembali secara bertahap, berencana untuk menahan sebagian besar penduduk di dalam ruangan bulan ini, serta memprioritaskan pekerjaan dan produksi di atas kegiatan lain.

baca juga:

Menurut Wakil Wali Kota Zhang Wei, kegiatan ekonomi telah pulih setelah bisnis dapat beroperasi dengan para pekerja tinggal di lokasi. Otoritas juga akan mengizinkan lebih banyak lagi operasional normal mulai awal Juni.

"Shanghai berusaha untuk memulai kembali pekerjaan dan produksi sepenuhnya sesegara mungkin. Ritme dimulainya kembali pekerjaan akan didasarkan pada situasi Covid," ungkapnya.

Zhang Wei menambahkan bahwa pembatasan kerja di tempat masih berlaku selama sisa Mei.

Sementara itu, sejumlah kompleks perumahan di distrik Changning membagikan tiket bagi warga untuk masuk toko Carrefour. Tiket masuk dibagikan untuk 1 orang dari setiap rumah tangga untuk berbelanja hingga 500 yuan (Rp1 juta) di toko selama 40 menit. Warga disarankan berjalan kaki atau naik sepeda ke toko dan disuruh mengantre di pintu masuk dengan menjaga jarak 2 meter.

Selain itu, 4 dari 18 jalur metro kota akan kembali beroperasi mulai Minggu (22/5).

Shanghai melaporkan kurang dari 800 kasus baru, tetapi tak ada yang berasal dari luar area karantina selama 5 hari berturut-turut.

Menurut Zhang, ekonomi Zhang perlahan kembali normal. Arus peti kemas harian di pelabuhannya mencapai 90 persen dari tingkat tahun lalu.

Sementara itu, arus kargo Bandara Pudong telah mencapai 70 persen dari tingkat tahun lalu. Jumlah kendaraan barang yang masuk dan keluar kota kembali menjadi dua pertiga.

Sebagai tanda lain membaiknya manufaktur China, data menunjukkan penjualan mobil ritel melonjak 27 persen pada dua pekan pertama Mei dari periode yang sama di bulan April. Namun, angkanya masih turun 21 persen dari tahun sebelumnya.

Pembatasan Covid pada bulan Mei tak seketat dan meluas seperti pada bulan April. Namun, ini masih membebani pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan nol Covid China telah mengurung ratusan juta orang di puluhan kota. Ini mengganggu manufaktur dan perusahaan global, mulai dari Apple, Tesla, Starbucks, dan Walmart.

Bank Sentral New York melaporkan dalam pemutakhiran terbaru indeks masalah pasokan di seluruh dunia. Ternyata, biaya angkutan udara antara Amerika Serikat (AS) dan Asia naik pada bulan April dan waktu pengiriman diperpanjang secara global. Ini bisa berarti inflasi yang terus-menerus di seluruh dunia dan naiknya biaya pinjaman.

Merek mewah asal Inggris, Burberry, mengakui prospeknya bergantung pada seberapa cepat China pulih dari lockdown. Sebagai pasar terbesarnya, penjualan turun di negara tersebut. []