Lifestyle

Sex Education: Ini Cara Ajarkan Anak Soal Izin dan Batasan

Sex Education: Ini Cara Ajarkan Anak Soal Izin dan Batasan
Ilustrasi anak (Freepik/rawpixel.com)

AKURAT.CO, Belakangan ini kasus pelecehan ataupun kekerasan seksual semakin meningkat di pemberitaan media massa. Sejumlah kasus yang terjadi pun sekarang ibarat fenomena gunung es. 

Kasus pelecehan ataupun kekerasan seksual tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga banyak terhadap anak-anak.

Di Indonesia, sex education atau pengetahuan seks masih dianggap sebagai satu hal yang tabu untuk diberikan kepada anak-anak dan remaja. Orangtua dan orang dewasa merasa risih saat anak-anak dan remaja menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan seks, sehingga memilih untuk mengalihkan pembicaraan.

baca juga:

Menurut Sexual Health Activist sekaligus Influencer, Andrea Gunawan alias Catwomanizer bahwa pentingnya pengetahuan seks pada anak-anak, yang menurut sebagian orang masih tergolong tabu. 

Kata dia, orang-orang melakukan hubungan seks tetapi tidak membicarakannya atau dilakukan secara paksa hingga terjadi pelecehan atau kekerasan seksual terutama pada anak-anak.

"Sex education itu penting, bahkan harus diajarkan dari anak usia nol tahun - lima tahun, lalu di fase kedua pada saat remaja usia belasan diajarkan lebih mendalam soal sex education," ujar Andrea saat ditemui di Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan dikutip pada Selasa (27/9/2022).

Menurut Andrea, pendidikan seksual tidak harus diberikan di sekolah, melainkan dalam keluarga pun bisa dilakukan pembelajaran sex.

Lalu, pemberian pengetahuan seks pada anak-anak tidak hanya organ, tetapi juga izin (conscent) dan batasan (boundaries). 

Salah satu cara mengajarkan anak mengenai izin yakni berani untuk mengatakan tidak saat ingin dicium atau disentuh oleh anggota keluarga terdekat.

"Izin misalnya saat kakek nenek minta cium tetapi anak nggak mau, maka jangan dipaksa atau dimarahi. Ini supaya dia (anak) bisa mengerti punya pilihan berkata 'tidak', kalau bisa tanyakan kenapa dia tidak mau," katanya.

Untuk batasan, orang tua dapat mengajarkan bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh.

"Boundaries misalnya bagian tubuh mana yang bisa dipegang sama siapa. Itu yang harus dikomunikasikan oleh orang tua supaya mencegah pelecehan," ucapnya.

"Tetapi kebanyakan orang tua hanya mengajarkan satu istilah nama untuk satu anggota badan saja, padahal istilah lain di luar sana yang berkembang, jadi orang tua juga harus mencari tahu juga bagaimana pengetahuan seks di luar," jelasnya.[]