News

Setuju Kampanye di Kampus, Demokrat: Bisa Uji Intelektualitas Kontestan Pemilu

Anwar Hafid menilai tidak ada yang salah dari langkah KPU RI yang berencana memperbolehkan kampanye politik di lingkungan kampus.

Setuju Kampanye di Kampus, Demokrat: Bisa Uji Intelektualitas Kontestan Pemilu
Anggota Komisi II DPR Anwar Hafid saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anwar Hafid menilai tidak ada yang salah dari langkah KPU RI yang berencana memperbolehkan kampanye politik di lingkungan kampus.

Menurut Anwar, kampanye politik di lingkungan kampus merupakan arena intelektual memiliki dampak positif untuk menguji kemampuan setiap kontestan Pemilu.

"Kampanye politik di ruang kampus juga merupakan sesuatu yang wajar karena masyarakat akademik di kampus," ujar Anwar kepada wartawan, Jakarta, Jumat (22/7/2022).

baca juga:

"Baik mahasiswa, hingga tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, merupakan pemilih dalam Pemilu," sambungnya.

Meski demikian, Anwar menegaskan, pelaksanaan kampanye di lingkungan kampus harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk azas jujur dan adil.

Karena itu, Anwar Hafid berpandangan hendaknya kampanye di lingkungan kampus dapat direalisasikan pada masa kampanye untuk Pemilu 2024.

"Misalnya, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta Pemilu," jelasnya.

Diketahui, berdasarkan Pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, lembaga pendidikan tidak boleh dijadikan tempat berkampanye. Ketentuan serupa juga diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye. []