Tech

Setiap Kementerian RI Kontribusi Kebijakan Dukung Akselerasi Kendaraan Listrik

Setiap Kementerian RI Kontribusi Kebijakan Dukung Akselerasi Kendaraan Listrik
Ilustrasi - Mobil listrik. (pixabay.com/ismaelmarder)

AKURAT.CO, Berbagai regulasi Kementerian/Lembaga telah tercipta untuk mendukung program percepatan penggunaan Kendaraan bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Manajemen Keselamatan Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo.

"Permen ESDM nomor 13 tahun 2020, Permen Perindustrian nomor 27 tahun 2020, Permen Perindustrian nomor 28 tahun 2002, Permendagri nomor 56 tahun 2020, Permendagri nomor 1 tahun 2021, Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 7 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-13/PMK.010/2022 semuanya merupakan regulasi K/L untuk mendukung kendaraan listrik menjadi kendaraan yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia," jelas Heri dalam sesi seminar dan talkshow 'Siapkah Indonesia Beradaptasi dengan Kendaraan Listrik?' di PEVS 2022 yang berlangsung pada Selasa (26/7).

baca juga:

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa biaya uji tipe kendaraan bermotor yang dilakukan oleh direktorat perhubungan darat untuk jenis kendaraan listrik, mengalami perbedaan biaya yang lebih murah dari kendaraan konvensional. 

Dimana, untuk sepeda motor dikenakan biaya uji tipe sepeda motor listrik sebesar Rp 4,5 juta, dibandingkan biaya uji tipe sepeda motor konvensional sebesar Rp9,5 juta.

Kemudian, untuk biaya uji tipe mobil penumpang berbasis listrik sebesar Rp13,2 juta lebih terjangkau daripada biaya uji tipe mobil penumpang konvensional sebesar Rp27,8 juta.

Sementara, untuk biaya uji tipe mobil bus listrik sebesar Rp13,2 juta dibandingkan dengan biaya uji tipe mobil bus konvensional sebesar Rp126,9 juta.

Heri juga menjelaskan bahwa secara umum tren pengajuan Sertifikat Registrasi Uji Tipe atau kartu lahir suatu kendaraan periode 2019 s/d 21 Juli 2022 menunjukkan tren peningkatan dan menandakan eksistensi kendaraan listrik di Indonesia kian diminati. 

Ia menambahkan, bahwa sampai saat ini Kementerian Perhubungan telah menggunakan 30 unit kendaraan listrik sebagai kendaraan operasional Eselon 1 dan Eselon 2 sebagai bentuk dukungan program percepatan penggunaan KBLBB.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Eng. Budi Prawara yang juga menyampaikan materi dalam sesi tersebut mengatakan, fokus riset BRIN atas kendaraan listrik di Indonesia adalah pengembangan sistem otonom untuk kendaraan listrik berbasis baterai.

Di mana kendaraan yang dikembangkan tersebut bisa diaplikasikan untuk berbagai keperluan, karena dilengkapi dengan teknologi sistem deteksi, artificial intelligence dan big data.

"Fokus pengembangan sistem otonom dan prototipe yang telah kami kembangkan adalah kendaraan single seater dan rencananya akan dikembangkan ke tipe kendaraan lebih besar dengan kecepatan yang lebih tinggi atau fast and heavy vehicle, dan  berkisar antara 9-20 penumpang," papar Budi.

Adapun untuk topik riset yang dilakukan BRIN berfokus pada Sistem Deteksi Objek (menggunakan LIDAR, RADAR dan Kamera), Sistem Informasi dan Teknologi, C-V2X, Sensor kendaraan dan komputer, hingga interaksi manusia dengan kendaraan serta teknologi pengenal suara. 

Selain itu, BRIN juga melakukan riset untuk penguasaan teknologi kunci komponen kendaraan listrik, untuk pembuatan mobil listrik, charging station, baterai, sistem manajemen, dan lain sebagainya. 

"Berbagai hasil uji coba riset yang dilakukan oleh BRIN dapat disimak melalui channel Youtube BRIN," pungkas Budi.[]